Polisi Israel mengatakan bahwa mereka akan mengerahkan kekuatan besar di sekitar Masjid Al-Aqsa selama bulan suci Ramadan. Sementara para pejabat Palestina mengayakan Israel memberlakukan pembatasan di kompleks tersebut.
Dilansir AFP, Selasa (17/2/2026), selama bulan puasa, ratusan ribu warga Palestina secara tradisional menghadiri salat di Al-Aqsa--situs tersuci ketiga dalam Islam, yang terletak di Yerusalem timur, yang direbut Israel pada tahun 1967 dan kemudian dianeksasi.
Arad Braverman, seorang perwira polisi senior Yerusalem, mengatakan pasukan akan dikerahkan siang dan malam di seluruh kompleks, yang dikenal oleh orang Yahudi sebagai Bukit Bait Suci, dan di daerah sekitarnya.
Braverman mengatakan ribuan polisi juga akan bertugas untuk salat Jumat, yang menarik jumlah jemaah muslim terbesar. Braverman mengatakan polisi telah merekomendasikan penerbitan 10.000 izin untuk warga Palestina dari Tepi Barat yang diduduki, yang membutuhkan izin khusus untuk memasuki Yerusalem.
Braverman tidak menyebutkan apakah batasan usia akan berlaku, dan menambahkan bahwa jumlah akhir orang yang diizinkan akan ditentukan oleh pemerintah.
Pemerintahan Yerusalem Palestina dalam pernyataan terpisah mengatakan bahwa mereka telah diberitahu bahwa izin akan kembali dibatasi untuk pria di atas 55 tahun dan wanita di atas 50 tahun, mencerminkan kriteria tahun lalu.
(rfs/rfs)




