tvOnenews.com - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 2026, semangat umat Muslim untuk menjalankan ibadah puasa mulai terasa.
Namun, di tengah antusiasme tersebut, ada fenomena yang kerap dijumpai di masyarakat: seseorang tetap menjalankan puasa Ramadhan, tetapi masih meninggalkan shalat lima waktu.
Kondisi ini kemudian memunculkan pertanyaan di kalangan sesama Muslim, bagaimana seharusnya menyikapi orang yang berpuasa namun tidak melaksanakan shalat?
Menanggapi hal tersebut, Buya Yahya memberikan pandangannya.
Menurut beliau, ketika ada seseorang yang masih sering meninggalkan shalat tetapi tetap mau berpuasa, hal itu patut disyukuri.
- Pexels/Thirdman
Sebab, kondisi yang lebih memprihatinkan adalah ketika seseorang sudah tidak menjalankan shalat sekaligus enggan berpuasa.
"Alhamdulillah, jika ada orang yang sering meninggalkan shalat tapi masih berpuasa. Yang parah itu kalau ada orang yang sudah tidak mau shalat dan tidak mau puasa," ujar Buya Yahya.
Lebih lanjut, beliau berharap agar ibadah puasa yang dilakukan dapat menjadi jalan bagi orang tersebut untuk menyempurnakan ibadah lainnya, termasuk shalat wajib.
"Semoga berkat puasanya, dia bisa sempurna melakukan shalat wajib," lanjutnya.
Dalam penjelasannya, Buya Yahya juga menegaskan bahwa meninggalkan shalat wajib merupakan dosa besar.
Meski demikian, apabila ada seseorang yang tidak melaksanakan shalat tetapi tetap menjalankan puasa, sebaiknya tidak dicela atau direndahkan.
"Kalau masih melakukan puasa Alhamdulillah, jangan malah dicela," kata Buya Yahya.
Ia mengingatkan bahwa tidak ada manusia yang sempurna dalam beribadah.
Ada yang konsisten menjaga shalat lima waktu namun terkadang lalai dalam puasa, dan sebaliknya.
"Tidak ada orang yang sempurna dalam beribadah. Ada orang yang shalat lima waktu tapi tiba-tiba tidak puasa. Alhamdulillah, orang itu masih shalat lima waktu. Yang repot sudah tidak shalat, tidak puasa," tambahnya.
Oleh karena itu, ketika menemui orang yang berpuasa tetapi belum menjalankan shalat, sikap terbaik adalah tidak langsung menghakimi atau menghina, melainkan mendoakan agar ibadahnya semakin baik.
"Kalau kita melihat orang semacam itu, jangan langsung kita vonis dan kita hina. Kita doakan semoga berkat shalat dan puasanya, dia sempurna melakukan shalat," ujar Buya Yahya.




