Geger Data Militer Israel, 1 Tentara IDF Disebut Berstatus WNI di Tengah 50 Ribu Personel Asing

suara.com
8 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Akun X @warfareanalysis pada 15 Februari 2026 mengklaim data internal IDF mencantumkan satu tentara Indonesia.
  • Data resmi IDF menunjukkan 50.632 personel memegang kewarganegaraan asing, didominasi warga Amerika Serikat (12.135).
  • Sebanyak 2.069 personel dengan kewarganegaraan Inggris bertugas di IDF, berdasarkan laporan media investigasi Declassified UK.

Suara.com - Militer Israel atau Israel Defence Force (IDF) disebut memiliki puluhan ribu personel mereka yang memegang kewarganegaraan ganda. Di tengah panasnya situasi geopolitik, muncul klaim mengejutkan yang menyebutkan bahwa salah satu dari puluhan ribu tentara tersebut berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).

Klaim tersebut pertama kali mencuat melalui unggahan akun Warfare Analysis di platform X (@warfareanalysis) pada Minggu (15/2/2026) lalu.

Akun tersebut membagikan rincian yang diklaim bersumber langsung dari data internal militer Israel mengenai tentara yang berasal dari negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim dan Arab.

"Berikut daftar tentara di Angkatan Darat Israel yang memegang kewarganegaraan dari negara-negara mayoritas Muslim dan Arab, menurut Angkatan Darat Israel," bunyi unggahan tersebut.

Dalam daftar yang dipublikasikan, terlihat rincian jumlah personel dari berbagai negara secara spesifik berikut gambar bendera negara-negaranya.

"UEA: 1, Mesir: 1, Maroko: 72, Aljazair: 1, Tunisia: 15, Yaman: 14, Suriah: 2, Iran: 47, Irak: 5, Indonesia: 1, Turki: 112, Turkmenistan: 31, Bosnia: 4, Uzbekistan: 264, Tajikistan: 8," lanjut unggahan tersebut.

Munculnya nama Indonesia dalam daftar tersebut memicu polemik besar, mengingat Indonesia tidak mengakui kewarganegaraan ganda dan tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel.

Unggahan dari akun tersebut juga menyertakan beberapa lembar dokumen berbahasa Ibrani yang diklaim sebagai daftar resmi kewarganegaraan para tentara IDF.

Selain negara-negara mayoritas Muslim, akun tersebut juga menyebutkan keberadaan 197 warga negara India yang saat ini bertugas di Angkatan Darat Israel.

Baca Juga: Israel Masuk Dewan Perdamaian Trump, Koalisi Desak Indonesia Mundur dari BoP

Fenomena tentara berkewarganegaraan ganda di tubuh IDF sebenarnya bukan hal baru, namun jumlahnya kini terungkap secara masif.

Berdasarkan laporan harian Yedioth Ahronoth yang bersumber dari data resmi IDF, tercatat sebanyak 50.632 tentara IDF memiliki setidaknya satu tambahan kewarganegaraan asing.

Data ini dirilis sebagai respons atas permintaan akses informasi publik yang diajukan oleh kelompok advokasi transparansi, Hatzlacha.

Rincian data tersebut menunjukkan dominasi negara-negara Barat dalam komposisi personel asing di militer Zionis.

Dari total 50.632 tentara, sebanyak 12.135 memegang kewarganegaraan Amerika Serikat, yang merupakan kelompok terbesar.

Posisi berikutnya diikuti oleh 6.127 personel berkewarganegaraan Prancis dan lebih dari 5.000 personel dengan kewarganegaraan Rusia.

Selain itu, data militer menunjukkan lebih dari 3.000 tentara memegang kewarganegaraan Jerman dan jumlah yang hampir sama memegang kewarganegaraan Ukraina.

Lebih dari 1.000 tentara masing-masing tercatat memegang kewarganegaraan Inggris, Rumania, Polandia, Ethiopia, dan Kanada. Sisanya tersebar di berbagai negara lain di seluruh dunia.

Pengungkapan ini juga membedah kompleksitas status kewarganegaraan para personel tersebut. Tercatat sebanyak 4.440 tentara memiliki dua kewarganegaraan asing selain kewarganegaraan Israel, sementara 162 personel lainnya bahkan memiliki tiga kewarganegaraan asing sekaligus.

Laporan mencatat bahwa permintaan data ini sebenarnya telah diajukan sejak Maret 2025, dan menjadi rincian publik pertama yang sangat mendalam mengenai asal-usul personel militer Israel.

Meskipun data ini telah dipublikasikan, Angkatan Darat Israel tidak memberikan klarifikasi lebih lanjut apakah angka-angka tersebut mencakup pasukan aktif, pasukan cadangan, atau gabungan keduanya.

Sebagai gambaran, media Israel memperkirakan jumlah tentara aktif mereka berada di angka 170.000 personel, dengan dukungan pasukan cadangan terdaftar mencapai 400.000 hingga 460.000 orang.

Keterlibatan warga negara asing dalam konflik di Gaza juga diperkuat oleh laporan media investigasi Declassified UK.

Laporan tersebut menyoroti kontingen dari Inggris yang cukup signifikan. Lebih dari 2.000 warga negara Inggris dilaporkan bertugas di militer Israel selama periode konflik di Gaza.

Data dari Declassified UK menyebutkan bahwa hingga Maret 2025, terdapat 1.686 warga negara ganda Inggris-Israel dan 383 individu lainnya yang memegang kewarganegaraan Inggris, Israel, dan setidaknya satu kewarganegaraan tambahan yang bertugas di IDF.

Jika digabungkan, total personel dengan latar belakang kewarganegaraan Inggris mencapai 2.069 orang.

Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa terdapat 43.194 warga negara ganda dan 3.913 warga negara multinasional yang terdaftar di IDF.

Jika dijumlahkan, terdapat 47.107 tentara yang memegang kewarganegaraan Israel bersama dengan setidaknya satu kewarganegaraan negara lain, yang mempertegas betapa besarnya keterlibatan unsur asing dalam kekuatan militer Israel saat ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Maling Laptop Berkedok Peserta Acara Ditangkap di Hotel Bintang Lima Jakpus
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Loyalis Prabowo Ini Beri Beasiswa Sarjana untuk 10 Anak Yatim Korban Longsor Bandung
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Profil dan Rekam Jejak Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Tersangka Kasus Narkoba
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Wamenag Pastikan Masjid IKN Siap Gelar Salat Tarawih Perdana di Ramadan 2026
• 17 jam lalunarasi.tv
thumb
Stoke City vs Fulham, Lakukan Comeback, The Cottagers Melaju ke Putaran Kelima Piala FA
• 19 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.