Lelang SUN Rupiah: Pemerintah Incar Rp33 Triliun, Kupon Tembus 6,87%

bisnis.com
15 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah kembali melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang Rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2026 mencapai Rp33 triliun.

Berdasarkan laman resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, pemerintah menawarkan sebanyak sembilan seri dengan tingkat kupon mulai dari 5,87% hingga 6,875%.

Lelang SUN dibuka pada 18 Februari 2026 pukul 09.00 WIB dan ditutup pukul 11.00 WIB. Penjualan SUN tersebut akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. 

Lelang bersifat terbuka (open auction), menggunakan metode harga beragam (multiple price).

"Target indikatif senilai Rp33 triliun dengan target maksimal 150% dari target indikatif," tulis pengumuman tersebut dikutip, Senin (16/2/2026).

Pelaksanaan lelang dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.08/2019 tentang Lelang Surat Utang Negara di Pasar Perdana Domestik (PMK No. 168/PMK.08/2019).

Baca Juga

  • Efek Pengumuman MSCI Merembet ke Pasar Obligasi, Lelang SUN Sepi Peminat
  • Penawaran Investor di Lelang SUN Terus Turun, Capai Rp76,58 Triliun
  • Lelang SUN Selasa (20/1) Catat Penawaran Hingga Rp82,9 Triliun

Adapun sebanyak sembilan seri SUN yang akan dilelang adalah seri SPN01260322 (New Issuance), SPN03260521 (New Issuance), SPN12270204 (Reopening).

Selanjutnya seri FR0109 (Reopening), FR0108 (Reopening), FR0106 (Reopening), FR0107 (Reopening), FR0102 (Reopening), FR0105 (Reopening).

Adapun pada lelang SUN pekan sebelumnya yakni 3 Februari 2026, pemerintah mencatat nilai penawaran yang masuk adalah sebesar Rp76,5 triliun. Namun nominal yang diserap oleh pemerintah adalah sebesar Rp36 triliun. Serapan terbesar berasal dari seri FR0108 (pembukaan kembali) yang dimenangkan sebesar Rp10,5 triliun dari penawaran masuk Rp20,6 triliun.

Imbal hasil (yield) rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,31996% dengan jatuh tempo 15 April 2036.

Sejauh ini, tren nilai penawaran SUN dalam beberapa lelang sebelumnya mengalami penurunan. Kondisi ini berbanding terbalik dengan realisasi lelang SUN pada awal 2025 yang menorehkan penawaran masuk yang bertumbuh hingga tiga lelang selanjutnya. 

Pada lelang SUN perdana 2025, pemerintah menghimpun dana Rp31,65 triliun dan cenderung tumbuh hingga Selasa (18/2/2026) menghimpun dana senilai Rp84 triliun.

Head of Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia Ramdhan Ario Maruto, menilai ketegangan geopolitik yang kian memuncak telah menyurutkan minat investor asing untuk berinvestasi di Tanah Air melalui instrumen SUN.

Tak pelak, ketidakstabilan geopolitik turut membuat DJPPR menerbitkan lebih banyak SUN bertenor pendek. Dibandingkan dengan 2025, Surat Perbendaharaan Negara (SPN) biasanya diterbitkan sebanyak 2 kali dan bertambah menjadi 3 kali pada tahun ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Profil Lyfe Oldenstam, Pemain Como Berdarah Jakarta yang Mengidolakan Jay Idzes
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Hasil Studi Menunjukkan Resistensi Insulin Adalah Pendorong Diam-Diam Kanker Pankreas
• 2 jam laluerabaru.net
thumb
Long Weekend, KCIC Promo Tiket Whoosh Cashback hingga Rp250 Ribu
• 12 jam laludisway.id
thumb
Nyaris Dua Dekade Perempuan Malaysia Hidup Susah Usai Nikah dengan Pria WNI di Lombok: Cerai, Jadi Tukang Sapu, Anak Tidak Lanjutkan Sekolah hingga Mantan Suami Menikah Lagi
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Hadiri KTT BoP di AS Jadi Momentum Strategis Jaga Stabilitas dan Perdamaian Dunia
• 13 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.