Dorong Transisi Energi, PGEO dan PLN Sinergi Percepat Pengembangan Panas Bumi Sulawesi dan Sumatera

idxchannel.com
11 jam lalu
Cover Berita

Keduanya membahas optimalisasi pembangkit eksisting, pengembangan proyek greenfield dan brownfield, serta kemitraan strategis.

Dorong Transisi Energi, PGEO dan PLN Sinergi Percepat Pengembangan Panas Bumi Sulawesi dan Sumatera

IDXChannel - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk atau  PGE (PGEO) dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) terus memperkuat sinergi pengembangan panas bumi dalam mendorong transisi energi nasional.

Sinergi ditandai dengan kunjungan PLN ke PGE Area Lahendong di Tomohon, Sulawesi Utara.  Keduanya membahas optimalisasi pembangkit eksisting, pengembangan proyek greenfield dan brownfield, serta kemitraan strategis.

Baca Juga:
Pertamina Geothermal (PGEO) Jadi Calon Pelaksana Survei dan Eksplorasi di Cubadak Panti

Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Andi Joko Nugroho mengatakan, kunjungan dari PLN ini menjadi wujud kemitraan dari kedua pihak dalam mengembangkan potensi panas bumi di Sulawesi dan Sumatera

“Kunjungan ini menjadi sarana untuk memastikan operasional panas bumi berjalan selaras dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, mengingat PLN merupakan offtaker utama energi panas bumi yang diproduksi oleh PGE,” kata Andi Joko, Selasa (17/02/2026).

Baca Juga:
Ganti Nahkoda, PGEO Tunjuk Ahmad Yani Jadi Dirut Utama

Dalam pertemuan ini, dibahas juga dokumen teknis proyek PLTP Lahendong unit 7 dan 8, Perjanjian Jual Beli Uap (PJBU) untuk PLTP Kotamobagu Unit I, II, III, dan IV, juga pengembangan WKP Sungai Penuh. 

Baca Juga:
Pertamina Geothermal (PGEO) Sediakan Green Hydrogen untuk Kelistrikan Terminal LPG Tanjung Sekong

Andi Joko melanjutkan, PLTP Lahendong yang mulai beroperasi pada 2001 telah menjadi salah satu tulang punggung sistem kelistrikan, menyuplai listrik untuk memenuhi hingga 24 persen kebutuhan listrik di wilayah Sulawesi Utara.

Dia berharap, sinergi yang solid akan memungkinkan PGE terus menjalankan perannya dalam menjaga ketahanan energi nasional, mendorong percepatan transisi energi bersih, serta berkontribusi aktif terhadap pencapaian target penurunan emisi karbon nasional.

“Kami juga ingin memastikan peran dalam mendukung target Net Zero Emission melalui pengembangan energi bersih berbasis panas bumi,” katanya.

Hingga saat ini, PGE mengelola kapasitas terpasang panas bumi sebesar 1.932 MW, sekitar 70 persen dari total kapasitas panas bumi terpasang nasional, dengan hasil dari pembangkitan listrik berbasis panas bumi mencapai 4.827 gigawatt hour (GWh) pada 2024, memasok listrik bersih bagi lebih dari 2 juta rumah tangga.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kebiasaan Orang yang Pura-pura Lupa saat Ditagih Janji
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
KKP Siapkan Strategi Diplomasi dan Fasilitasi untuk Jaga Akses Pasar Ekspor Perikanan 2026
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Garda Revolusi Iran Mulai Latihan Perang di Selat Hormuz
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Marco Bezzecchi Jelang MotoGP 2026: Marc Marquez Kuat, Tapi Kami Ingin Kalahkan Semua Orang
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Keluarga Korban Pria Paruh Baya yang Tewas di Tikala Toraja Utara Tolak Autopsi
• 5 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.