Pendar cahaya berwarna merah dari puluhan lampion yang berpadu dengan semerbak wangi hio membuat nuansa semarak semakin terasa saat malam tahun baru China atau Imlek di Kelenteng Fuk Ling Miau, Yogyakarta, Senin (16/2/2026). Hujan deras yang mengguyur sejak siang hingga malam hari membuat kawasan pusat Kota Yogyakarta di sekitar kelenteng itu tidak segerah biasanya.
Sejumlah rupang yang telah dicuci beberapa hari sebelumnya menyambut kedatangan warga yang hendak berdoa. Sesaji berupa buah-buahan dan kue keranjang diletakkan di altar kelenteng itu.
Kue keranjang merupakan hidangan wajib setiap perayaan Imlek. Rasa manis pada kue itu diyakini dapat memberikan energi positif seperti lancar rezeki dan hubungan antarsesama yang lebih rekat dalam kehidupan di tahun mendatang.
Warga Tionghoa terus berdatangan ke tempat ibadah yang juga dikenal dengan sebutan Kelenteng Gondomanan itu. Mereka bersiap menyambut tahun baru dengan berdoa di kelenteng itu dengan harapan yang membuncah.
Tahun baru China atau Imlek yang dirayakan pada 17 Februari 2026 adalah Tahun Kuda Api. Berdasarkan simbolnya, kuda api biasanya dikaitkan dengan lambang energi, kebebasan, kemandirian, kecepatan, pergerakan, dan ambisi.
Banyak kalangan yang bercita-cita akan kehidupan yang lebih baik pada tahun ini. Tahun Kuda Api pun diharapkan bisa mendatangkan banyak getaran positif dan kemajuan.
Harapan itu terpancar pada raut muka cerah ceria warga Tionghoa yang menyambut tahun baru di salah satu kelenteng tertua di Yogyakarta itu. ”Kami berharap tahun depan kehidupan kita akan lebih baik dan terhindar dari segala bencana karena akhir-akhir ini (bencana) terjadi terus-terusan,” kata Anglingwijaya, salah satu pengurus kelenteng itu.
Mereka juga memanfaatan hari raya itu sebagai momen untuk mempererat kekerabatan. Pada malam itu mereka sejenak lepas dari rutinitas sehari-hari dan menyiapkan diri untuk berdoa kepada para dewa.
Malam tahun baru China selalu menjadi waktu yang ditunggu bagi warga Tionghoa. Mereka berharap rezeki yang melimpah serta umur panjang agar dapat merayakan Imlek kembali pada tahun mendatang.





