Moody's Beri Outlook Negatif ke RI, IPO Bakal Lebih Hati-Hati

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Lembaga pemeringkat Moody’s memberikan outlook negatif terhadap Indonesia. Outlook negatif bersamaan dengan gejolak pasar modal di awal tahun ini diperkirakan akan membuat penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) menjadi lebih berhati-hati. 

Direktur Utama Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana menjelaskan outlook negatif dari Moody’s tersebut nantinya akan ditindaklanjuti oleh pemerintah. Menurutnya, hal tersebut tidak akan menjadi masalah. 

“Reformasi pasar modal juga sudah mulai berjalan baik, jadi saya enggak melihat ada isunya ya,” kata Oki ditemui Jumat (13/2/2026).

Dengan outlook Moody’s yang berubah negatif, Oki menuturkan minat atau appetite untuk gelaran IPO tidak berkurang.

“Dari klien-klien, mereka concern, tapi kalau lihat market juga reaksinya sejauh ini positif saja ya ga terlalu crash gitu. Jadi saya masih optimistis,” tuturnya.

Dia melanjutkan saat ini Mandiri Sekuritas tengah memproses beberapa IPO perusahaan. Menurutnya, Mandiri Sekuritas akan membawa sejumlah IPO pada semester II/2025. 

Baca Juga

  • Calon Emiten Kompak Tunda IPO di 2026, BRI Danareksa Ungkap Alasannya
  • Bukalapak Mulai Kaji Ulang Rencana Dana IPO BUKA, Ada Apa?
  • Bukalapak Dicecar BEI Soal Sisa Dana IPO Rp4,28 T, Ini Jawaban BUKA

“Mereka memilih window yang tepat aja nanti. Tapi persiapan tetap berjalan, mereka tetap lihat,” ucapnya. 

Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai outlook negatif dari Moody’s saat ini lebih sebagai sinyal bahwa risiko ke depan meningkat, tapi bukan berarti pintu pendanaan di pasar modal langsung tertutup. 

Dengan demikian, lanjutnya, pasar modal tetap bisa dipakai untuk pendanaan.

“Hanya saja dengan kondisi risiko yang naik, perusahaan akan lebih hati-hati dalam melakukan aksi korporasi, baik IPO, rights issue, maupun penerbitan instrumen lain karena biaya dan konsekuensi valuasi yang lebih berat,” ujar Ekky.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Womenpreneurship Ala Diva Andzani di Valentine 2026, Intip Yuk!
• 19 menit laluherstory.co.id
thumb
Kasus Dugaan Perzinaan Insanul Naik Sidik, Wardatina Mawa Siapkan Bukti Tambahan
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Ketum Muhammadiyah Ajak Umat Bijaksana Sikapi Perbedaan Awal Ramadan
• 3 jam laludetik.com
thumb
Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur Menambal 1.745 Titik Jalan Berlubang Akibat Hujan Deras
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Girona vs Barcelona: Tuan Rumah Comeback, Blaugrana Gagal Kudeta Los Blancos
• 10 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.