Temanggung (ANTARA) - Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menerima bantuan bibit kopi arabika sebanyak 500 ribu batang dari Anggaran Biaya Tambahan (ABT) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk lahan seluas 500 hektare.
"Program ini tersebar di lereng Gunung Sumbing, Sindoro, Prau, serta wilayah Kaloran," kata Bupati Temanggung Agus Setyawan di Temanggung, Selasa.
Agus mengatakan bantuan ini merupakan bentuk perhatian dan kepercayaan pemerintah pusat kepada Kabupaten Temanggung sebagai salah satu daerah penghasil kopi unggulan.
Ia menyampaikan, bantuan ini diterima oleh 91 kelompok tani yang tersebar di 11 kecamatan.
"Ini bukan jumlah yang kecil. Ini adalah investasi besar untuk masa depan pertanian dan perekonomian Temanggung," katanya.
Baca juga: Kopi Karangsari Kuningan wakili Jabar di ajang World of Coffee 2025
Ia menyebutkan, varietas kopi arabika yang diberikan untuk bantuan adalah Sigarar Utang, Komasti dan Lini S. Ketiganya merupakan varietas kopi arabika unggul nasional yang telah terbukti memiliki kualitas dan potensi hasil yang baik.
"Kopi arabika kita tanam bukan hanya untuk menghasilkan buah berupa biji yang bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga sebagai tanaman konservasi," katanya.
Menurut dia, tanaman kopi mampu menahan erosi lahan di lereng-lereng pegunungan, menjaga kesuburan tanah, serta meningkatkan daya serap air di permukaan lahan.
"Dengan demikian, kita tidak hanya menanam untuk panen hari ini, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang," katanya.
Namun, katanya, setelah kopi ditanam tanggung jawab belum selesai. Justru di situlah pekerjaan utama dimulai, yaitu harus dilakukan pemeliharaan yang baik dan berkelanjutan, seperti pemupukan yang tepat, pemangkasan yang benar, serta pengendalian hama dan penyakit secara teratur agar hasil panennya optimal.
"Untuk menjaga kualitas kopi Temanggung dan memperkuat branding sebagai penghasil kopi yang enak dan berkualitas, saya mengajak seluruh petani untuk konsisten melakukan petik merah," katanya.
Ia menyampaikan, panen hanya buah yang benar-benar matang harus menjadi komitmen bersama secara konsisten dan berkelanjutan, karena kualitas rasa kopi sangat ditentukan dari cara panen dan pascapanennya.
Baca juga: Penderita asam lambung bisa minum kopi arabika, ini alasannya
"Mari kita jaga reputasi kopi Temanggung agar semakin dikenal, semakin bernilai, dan semakin membanggakan," katanya.
Ia berharap, program ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani, penguatan ekonomi daerah, serta kelestarian lingkungan di lereng-lereng gunung.
"Program ini tersebar di lereng Gunung Sumbing, Sindoro, Prau, serta wilayah Kaloran," kata Bupati Temanggung Agus Setyawan di Temanggung, Selasa.
Agus mengatakan bantuan ini merupakan bentuk perhatian dan kepercayaan pemerintah pusat kepada Kabupaten Temanggung sebagai salah satu daerah penghasil kopi unggulan.
Ia menyampaikan, bantuan ini diterima oleh 91 kelompok tani yang tersebar di 11 kecamatan.
"Ini bukan jumlah yang kecil. Ini adalah investasi besar untuk masa depan pertanian dan perekonomian Temanggung," katanya.
Baca juga: Kopi Karangsari Kuningan wakili Jabar di ajang World of Coffee 2025
Ia menyebutkan, varietas kopi arabika yang diberikan untuk bantuan adalah Sigarar Utang, Komasti dan Lini S. Ketiganya merupakan varietas kopi arabika unggul nasional yang telah terbukti memiliki kualitas dan potensi hasil yang baik.
"Kopi arabika kita tanam bukan hanya untuk menghasilkan buah berupa biji yang bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga sebagai tanaman konservasi," katanya.
Menurut dia, tanaman kopi mampu menahan erosi lahan di lereng-lereng pegunungan, menjaga kesuburan tanah, serta meningkatkan daya serap air di permukaan lahan.
"Dengan demikian, kita tidak hanya menanam untuk panen hari ini, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang," katanya.
Namun, katanya, setelah kopi ditanam tanggung jawab belum selesai. Justru di situlah pekerjaan utama dimulai, yaitu harus dilakukan pemeliharaan yang baik dan berkelanjutan, seperti pemupukan yang tepat, pemangkasan yang benar, serta pengendalian hama dan penyakit secara teratur agar hasil panennya optimal.
"Untuk menjaga kualitas kopi Temanggung dan memperkuat branding sebagai penghasil kopi yang enak dan berkualitas, saya mengajak seluruh petani untuk konsisten melakukan petik merah," katanya.
Ia menyampaikan, panen hanya buah yang benar-benar matang harus menjadi komitmen bersama secara konsisten dan berkelanjutan, karena kualitas rasa kopi sangat ditentukan dari cara panen dan pascapanennya.
Baca juga: Penderita asam lambung bisa minum kopi arabika, ini alasannya
"Mari kita jaga reputasi kopi Temanggung agar semakin dikenal, semakin bernilai, dan semakin membanggakan," katanya.
Ia berharap, program ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani, penguatan ekonomi daerah, serta kelestarian lingkungan di lereng-lereng gunung.





