Fiks, Ini Bukti Warga Jakarta Malas Gerak

jpnn.com
6 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan mencatat 93 persen warga Jakarta kurang melakukan aktivitas fisik.

Ani Ruspitawati menjelaskan, temuan tersebut berdasarkan hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) sepanjang 2025 hingga awal 2026.

BACA JUGA: Cegah Obesitas dengan Rutin Mengonsumsi 6 Makanan Ini

"Dari hasil pemeriksaan, temuan terbanyak berasal dari kelompok risiko penyakit kardiovaskular, terutama obesitas sentral dan kurangnya aktivitas fisik (93 persen)," Ani Ruspitawati dikutip Selasa (17/2).

Ani menyampaikan 74 persen warga yang melakukan CKG mengalami ketidaknormalan kadar lemak dalam darah (dislipidemia), dan 51 persen warga mengalami masalah kesehatan gigi.

BACA JUGA: 3 Makanan Pemicu Obesitas pada Anak

Dinkes DKI saat ini sedang memperkuat program promotif dan preventif, yakni memperluas edukasi perilaku hidup sehat, dan memperbanyak skrining faktor risiko penyakit tidak menular.

Ani mengungkapkan, Dinkes DKI juga menggandeng berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang sehat, termasuk pola makan seimbang.

Terpisah, Plt Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Sri Puji Wahyuni mencatat 579.812 orang dari 1.720.658 orang mengalami obesitas sentral.

"Sekitar 33,7 persen (dari orang yang diperiksa lingkar perut) mengalami obesitas sentral," kata Sri Puji Wahyuni.

Kemudian, dari 446.116 orang yang dilakukan pemeriksaan tingkat aktivitas fisik, sebanyak 423.521 orang atau 94,94 persen dinyatakan kurang aktivitas fisik.

Adapun CKG merupakan upaya deteksi dini dan mencegah penyakit. Skrining dapat dilakukan terhadap berbagai penyakit, termasuk diabetes, jantung, serta risiko penyakit menular seperti Tuberkulosis (TB).

Pengukuran tinggi dan berat badan, tekanan darah, serta gula darah juga dapat dilakukan melalui CKG.

Pemeriksaan gigi juga tersedia, tetapi hanya sebatas pengecekan tanpa tindakan, seperti penambalan atau pencabutan gigi. 

Tetapi, jika ditemukan potensi penyakit, maka ada tindak lanjut sesuai kondisi masing-masing dan rekomendasi jalur pengobatan yang dibutuhkan.

Di Jakarta, warga dapat melakukan CKG di 44 puskesmas di enam wilayah kota Jakarta.

Diketahui, pada 2025 4.202.586 orang melakukan CKG atau sebesar 37,5 persen dari total penduduk sasaran CKG.

Selanjutnya pada 2026, yakni Januari hingga 11 Februari, tercatat  146.727 orang telah melakukan CKG, dan angka ini masih terus berproses hingga akhir tahun.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan 130 juta warga mengikuti program CKG pada 2026.

Target tahun ini lebih tinggi dibandingkan 2025 yang hanya 70 juta orang.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Heran Masa Lalu Diungkit, Jennifer Coppen Ngaku Berhenti Nakal saat Hamil Kamari
• 6 jam lalugenpi.co
thumb
Latvia Berencana Menargetkan Radio Berbahasa Rusia untuk Penutupan Total, Menandai Akhir Propaganda
• 50 menit laluerabaru.net
thumb
GBLA Siap Membara! Beckham & Persib Bandung Buru Comeback Dramatis
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Menlu Sugiono Bertemu Sekjen PBB, Tegaskan Keterlibatan dalam BoP Sesuai Piagam
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Tunjangan Naik, Korupsi Tak Turun: Borok Sistemik di Balik Toga Hakim
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.