Ratusan warga Jorong Kubu, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang terdampak banjir bandang menggelar pawai obor untuk menyambut Ramadan 1447 Hijriah pada Senin (16/2) malam. Kegiatan tersebut berlangsung meriah meski wilayah itu sebelumnya dilanda bencana.
Kepala Jorong Kubu, Rian, mengatakan pawai obor merupakan tradisi turun-temurun yang rutin digelar dua kali dalam setahun oleh masyarakat setempat. Selain menyambut bulan puasa, tradisi yang diiringi tabuhan gendang dan lantunan lagu kasidah itu juga dilaksanakan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Pawai diikuti ratusan anak-anak Taman Pendidikan Al-Quran, serta dimeriahkan pemuda hingga orang dewasa. Arak-arakan dimulai dari Masjid Raya Kubu dan berakhir di halaman balairung desa. Rian menyebut kegiatan ini juga menjadi sarana hiburan dan pemulihan trauma bagi anak-anak serta warga yang terdampak banjir bandang pada akhir 2025.
Kegiatan serupa turut digelar di Jorong Tanjung Sani, Nagari Sungai Batang. Seorang warga asal Kota Jambi, Wahdi, menilai tradisi pawai obor di Agam memiliki kemiripan dengan di daerahnya, meski di Sungai Batang diiringi musik kasidah melalui pengeras suara dan tabuhan gendang tradisional Minangkabau. Ia menilai pawai tersebut tidak hanya menjadi tradisi menyambut Ramadan, tetapi juga bagian dari upaya pemulihan psikologis warga terdampak bencana.





