Indonesia Sumbang 50 Persen Kematian Jemaah Haji, Istita’ah Kesehatan Diperketat

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan memperketat syarat istita’ah kesehatan calon jemaah haji setelah tingginya angka kematian disorot otoritas Arab Saudi.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan, jemaah Indonesia menyumbang sekitar 50 persen dari total angka kematian pada musim haji 2025.

Baca juga: Dilema Pengetatan Cek Kesehatan Haji: Tekan Kematian, Antre hingga Lansia

“Iya, top issue di perhajian sekarang itu istita'ah kesehatan, Mas. Masalah kesehatan. Saudi sangat ketat terkait dengan isu kesehatan. Jadi jemaah haji Indonesia itu menyumbang 50 persen tingkat kematian dari total tahun yang lalu saja, 467 orang jemaah haji yang meninggal di Arab Saudi,” ujar Dahnil dikutip siniar Naratama di YouTube Kompas.com, Selasa (17/2/2026).

Oleh karena itu, lanjut Dahnil, pemerintah Indonesia bersama Kementerian Haji dan Kementerian Kesehatan Arab Saudi bersepakat menekan angka kematian jemaah melalui pengetatan pemeriksaan kesehatan.

Menurut Dahnil, seluruh calon jemaah, termasuk jemaah haji khusus, kini wajib menjalani pemeriksaan medis sebelum melunasi biaya perjalanan ibadah haji.

“Bahkan PIHK protes yang tadinya haji khusus itu tidak harus ada pemeriksaan kesehatan, tahun ini harus ada semuanya,” kata Dahnil.

Namun, Dahnil menegaskan bahwa langkah tersebut diambil untuk memastikan jemaah yang berangkat ke Tanah Suci benar-benar dalam kondisi sehat.

Baca juga: Menhaj Larang Petugas Haji Terima Imbalan Apapun dari Jemaah

“Karena memang pemerintah Saudi dan kita juga berkomitmen untuk bareng-bareng memastikan menekan jumlah kematian supaya yang berangkat itu benar-benar sehat, fit,” jelas Dahnil.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dahnil menambahkan, ibadah haji merupakan ibadah fisik yang membutuhkan daya tahan tubuh yang baik, sehingga faktor kesehatan menjadi penentu utama kelayakan jemaah.

“Makanya kemarin ketika kita diskusi dengan Menteri Haji di Kementerian Haji di Arab Saudi, kami minta ukurannya bukan umur. Ukurannya harus tetap kesehatan, fitness-nya gitu lho,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mentan Dorong Percepatan Hilirisasi Kopi Lokal
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Pakai NIK, Cara Mudah Cek Bansos dan Desil DTSEN
• 18 jam lalusuara.com
thumb
Warga Ramaikan Jakarta Light Festival di Kota Tua: Suasana Imleknya Terasa
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Geger! Mayat Pria dalam Koper Tertimbun Pasir di Rumah Kosong
• 15 jam laluokezone.com
thumb
Viral! Konten Kreator Temukan Mayat Siswa SMP saat Live TikTok Horor di Eks Kampung Gajah KBB
• 22 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.