FAJAR, JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari markas Laskar Mahesa Jenar. Manajemen PSIS Semarang memilih lempar handuk dalam perburuan gelar juara Championship 2025/2026.
Alih-alih membidik trofi, manajemen justru mengungkap target pahit musim ini. Paling radikal melakukan perombakan total skuad demi satu misi penyelamatan: bertahan dari jurang degradasi.
Melalui pernyataan resmi di akun Instagram @psisofficial, manajemen PSIS Semarang memberikan klarifikasi jujur mengenai situasi sulit yang tengah melanda tim.
Sekretaris Tim, Wafa Amri, menegaskan bahwa fokus utama klub saat ini bukanlah mengejar kejayaan di papan atas. Melainkan berjuang habis-habisan untuk tetap eksis di Pegadaian Championship.
Wafa mengakui bahwa jajaran manajemen baru datang dalam situasi internal yang kurang kondusif. Memperbaiki performa tim di tengah musim yang berjalan bukan perkara mudah, apalagi membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
“Kami datang dengan kondisi tim kurang kondusif dan punya misi untuk mengangkat performa tim ini. Ini bukan tugas mudah, apalagi murah,” ungkap Wafa Amri dalam pernyataan resminya.
Target pahit yang harus diterima suporter musim ini adalah fokus mutlak untuk keluar dari zona degradasi grup timur.
Manajemen menekankan bahwa mereka tidak memiliki ambisi pribadi atau kepentingan tertentu selain menyelamatkan marwah klub kebanggaan warga Semarang tersebut.
Untuk mencapai target realistis tersebut, manajemen meminta dukungan penuh dari seluruh elemen pendukung, khususnya Panser Biru dan Snex.
Dukungan moral di sisa laga musim ini dinilai menjadi energi krusial bagi para pemain yang tengah berjuang di bawah tekanan besar.
Selain meminta restu suporter setia, Wafa Amri juga memberikan peringatan tegas kepada pihak-pihak atau pendukung tim lain agar tidak memperkeruh suasana. Ia meminta semua pihak menghormati proses yang sedang dijalani PSIS Semarang.
“Silakan fokus kepada tim yang kalian dukung. Jangan mengalihkan fokus kami untuk memenuhi target dan kejayaan bersama di PSIS,” tegasnya.
Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa internal PSIS, mulai dari tim pelatih hingga manajemen, memilih untuk bersikap realistis dan solid. Harus menelan pil pahit gagal bersaing di jalur juara musim ini. (*)





