Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jatim Tegaskan Jangan Mencari Hidup di NU

suarasurabaya.net
7 jam lalu
Cover Berita

KH. Abdul Hakim Machfud (Gus Kikin) Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menekankan, anggotanya tidak boleh mencari hidup di NU. Di mana setiap kadernya harus mengedepankan keikhlasan dalam berkhidmah.

“Kita semua harus menjaga agar NU tidak ‘turun derajat’ dengan lebih mementingkan kedekatan kepada penguasa atau kepentingan duniawi daripada kepada Yang Maha Kuasa,” pesan Gus Kikin seperti keterangan tertulis yang diterima suarasurabaya.net, Selasa (17/2/2026).

Gus kikin mengajak seluruh kader NU mengedepankan independensi dan kemandirian, khususnya dalam menghadapi dinamika politik yang seringkali memecah belah persaudaraan.

“Menjaga persatuan dan ukhuwah jauh lebih penting daripada sekadar mengejar kepentingan kelompok sesaat. Kita harus merangkul semua pihak agar NU tetap utuh dan solid,” tegasnya.

KH Masduki Toha Ketua PCNU saat Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) II di Arayanna Hotel & Resort, Trawas, Mojokerto, pada 16-17 Februari 2026. Foto PCNU Surabaya

Dari sisi ekonomi, KH Masduki Toha Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya mengatakan program prioritasnya adalah penguatan finansial umat. PCNU Surabaya bakal memberdayakan potensi ekonomi warga Nahdliyin secara profesional.

Kemandirian finansial dianggap penting untuk menjalankan program-program sosial dan dakwah, tanpa bergantung pada donatur yang memiliki agenda tertentu.

“Ekonomi umat adalah pilar kemandirian kita bersama. Dengan memperkuat sektor ekonomi, kita tidak hanya menyejahterakan warga, tetapi juga memastikan bahwa dakwah dan khidmat NU dapat berjalan secara mandiri tanpa harus bergantung pada bantuan pihak manapun,” tuturnya.

Foto bersama saat Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) II di Arayanna Hotel & Resort, Trawas, Mojokerto, pada 16-17 Februari 2026. Foto PCNU Surabaya

Sebelumnya Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) II digelar di Arayanna Hotel & Resort, Trawas, Mojokerto, pada 16-17 Februari 2026. Temanya, “Sinergi Khidmat dan Langkah Selaras untuk Kemaslahatan Umat Berkelanjutan”.

Acara ini dibuat untuk menyatukan visi organisasi di tengah dinamika masyarakat saat ini. Masduki mengingatkan, setiap posisi dalam struktural NU adalah amanah besar dan memiliki tanggung jawab untuk melayani umat.

“Jabatan di NU ini bukan untuk gagah-gagahan. Ini adalah tanggung jawab moral kita kepada umat dan para pendiri. Pelantikan kemarin hanyalah pintu masuk, kerja nyata kita dimulai dari sini,” katanya.

Penguatan sampai ke akar rumput juga dianggap penting untuk memastikan kehadiran NU bisa dirasakan sebagai pelayan masyarakat.(lea/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aldy Maldini Akui Sempat Ketakutan Akting Bareng Dharty Manulang di Film AMCS
• 10 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Wamenag Harap Penetapan Awal Ramadan 2026 Jatuh di Tanggal yang Sama
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Khofifah Ajak Umat Siapkan Batin Sambut Ramadan
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Kuasa Hukum Subandi Polisikan Rahmat Muhajirin soal Sertifikat
• 37 menit lalurealita.co
thumb
Link Live Streaming Girona vs Barcelona: Misi Bangkit Blaugrana Kejar Real Madrid di Puncak
• 14 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.