Haji 2026 Ramah Lansia, Kemenhaj Perketat Istithaah Kesehatan dan Optimalkan Skema Murur

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

MAKKAH, DISWAY.ID-- Pemerintah Indonesia memasang pagar pengamanan ketat bagi jemaah haji tahun 1447 H (2026). Fokus utama tahun ini adalah perlindungan total bagi jemaah lanjut usia (lansia) dan risiko tinggi (risti).

Strateginya tidak main-main. Pihaknya memperketat skrining kesehatan sejak di tanah air hingga mengoptimalkan skema mobilitas "pintar" saat puncak haji di Arab Saudi.

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa keselamatan jemaah adalah harga mati. Hal ini disampaikan dalam forum Saudi–Indonesian Umrah Co.Exchange di Makkah, Senin (16/2).

BACA JUGA:Lewat Kampung Haji, BPKH Tancap Gas Bangun Kedaulatan Ekonomi

"Istithaah kesehatan bukan sekadar syarat administratif, tetapi instrumen keselamatan. Kita ingin memastikan jemaah benar-benar siap secara fisik dan penyakit penyertanya terkontrol sebelum terbang," tegas Irfan.

Kemenhaj akan melakukan penguatan pada tahap preventif. Pendekatan ini mencakup pengawasan komorbid (penyakit penyerta) yang lebih intensif serta edukasi kebugaran bagi calon jemaah.

Targetnya adalah menekan angka jemaah risti dengan memastikan mereka memahami risiko perjalanan ibadah yang menguras fisik.

Saat fase puncak ibadah di Tanah Suci, Indonesia akan mengandalkan dua skema strategis untuk melindungi jemaah rentan.

BACA JUGA:Kemenhaj Integrasikan SISKOHAT–Nusuk untuk Haji 2026, Tingkatkan Akurasi Data dan Keamanan

Pertama, Skema Murur. Jemaah lansia dan risti akan melintas di Muzdalifah menggunakan bus tanpa harus turun. Langkah ini efektif memangkas beban fisik yang ekstrem dan menghindari kepadatan massa yang berisiko bagi kesehatan.

Kedua, Skema Tanazul. Memberikan opsi bagi sebagian jemaah untuk kembali lebih awal ke hotel setelah melontar jumrah. Ini bertujuan mengurangi kepadatan di tenda Mina yang seringkali menjadi titik kelelahan luar biasa.

"Murur dan Tanazul bukan hanya solusi teknis, tetapi bentuk keberpihakan pada jemaah rentan. Prinsipnya, ibadah harus tetap sah, namun tetap aman dan manusiawi," imbuh Menhaj.

BACA JUGA:Kemenhaj Siapkan Layanan One Stop Services Umrah di Asrama Haji, Berikut 4 Fasilitasnya!

Selain skema mobilitas, Indonesia juga mengusulkan penguatan dukungan medis di sepanjang jalur menuju Jamarat.

Tujuannya agar tim medis bisa memberikan respons cepat (fast response) jika terjadi kondisi darurat saat puncak prosesi lempar jumrah.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gunakan Sistem Khumasi, Jemaah Ponpes Mahfilud Dluror Jember Mulai Puasa Hari Ini
• 3 jam lalusuara.com
thumb
Gaji di Atas UMR, Pemko Pekanbaru Angkat 1.100 Guru PPPK Paruh Waktu
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Sahur Hari Pertama, Makan Ini Agar Tidak Lemas saat Berpuasa
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Bahas Gaza di PBB, Indonesia Siap Ambil Peran Lebih Besar dalam Perdamaian Palestina
• 1 jam laludisway.id
thumb
Ramalan Zodiak: Aries, Gemini dan Capricorn Jangan Suka Paksakan Diri!
• 8 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.