Jakarta (ANTARA) - Pengurus Vihara Amurva Bhumi, Setiabudi, Jakarta Selatan, memprediksi keramaian perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili berlangsung hingga perayaan Cap Go Meh atau sekitar dua pekan setelah Imlek.
"Perkiraan keramaian sampai dua minggu atau Cap Go Meh," kata salah satu pengurus atau biokong Vihara Amurva Bhumi, Zaini Arifin kepada wartawan saat ditemui di Jakarta, Selasa.
Zaini mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan berbagai hal menjelang Imlek mulai dari memandikan patung dewa (rupang) hingga membersihkan vihara.
Adapun rangkaian kegiatan mulai dari kebaktian, prosesi ibadah, hingga sembahyang dengan vihara dibuka selama 24 jam.
"Buka 24 jam. Sampai nanti sore enggak ada kebaktian lagi, tinggal sembahyang saja," ucapnya.
Baca juga: Imlek jadi penanda hadirkan Tahun Kuda Api bagi umat Khonghucu
Baca juga: 1.919 personel gabungan amankan perayaan Imlek di Jakarta
Terkait prediksi pengunjung, pihaknya tak bisa memprediksi jumlahnya lantaran banyak umat yang keluar masuk namun dipastikan kapasitas mencapai 80.000 orang dalam vihara.
"Kapasitas bisa mencapai 80.000 orang kalau ada hari kebaktian dan ulang tahun vihara saat bulan kedelapan tahun China," katanya.
Polres Metro Jakarta Selatan melakukan penjagaan di dua vihara selama perayaan Tahun Baru Imlek untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan ibadah berlangsung aman dan kondusif.
Baca juga: 450 personel Satpol PP amankan Imlek 2026
Baca juga: Polres Jaksel jaga dua vihara selama perayaan Tahun Baru Imlek
Adapun titik pengamanan terfokus pada dua vihara di wilayah Jakarta Selatan, yakni Vihara Bio Hok Tek Tjen Sin (Kebayoran Lama) dan Vihara Amurva Bhumi (Setiabudi).
Pengamanan dilaksanakan secara sinergi yang melibatkan unsur TNI, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub) serta instansi terkait lainnya.
Kolaborasi lintas sektor ini merupakan wujud komitmen bersama dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang merayakan Imlek.
Di kedua lokasi tersebut, personel gabungan ditempatkan untuk melakukan pengamanan terbuka dan tertutup, pengaturan arus lalu lintas, sterilisasi area ibadah serta patroli dialogis guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.
"Perkiraan keramaian sampai dua minggu atau Cap Go Meh," kata salah satu pengurus atau biokong Vihara Amurva Bhumi, Zaini Arifin kepada wartawan saat ditemui di Jakarta, Selasa.
Zaini mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan berbagai hal menjelang Imlek mulai dari memandikan patung dewa (rupang) hingga membersihkan vihara.
Adapun rangkaian kegiatan mulai dari kebaktian, prosesi ibadah, hingga sembahyang dengan vihara dibuka selama 24 jam.
"Buka 24 jam. Sampai nanti sore enggak ada kebaktian lagi, tinggal sembahyang saja," ucapnya.
Baca juga: Imlek jadi penanda hadirkan Tahun Kuda Api bagi umat Khonghucu
Baca juga: 1.919 personel gabungan amankan perayaan Imlek di Jakarta
Terkait prediksi pengunjung, pihaknya tak bisa memprediksi jumlahnya lantaran banyak umat yang keluar masuk namun dipastikan kapasitas mencapai 80.000 orang dalam vihara.
"Kapasitas bisa mencapai 80.000 orang kalau ada hari kebaktian dan ulang tahun vihara saat bulan kedelapan tahun China," katanya.
Polres Metro Jakarta Selatan melakukan penjagaan di dua vihara selama perayaan Tahun Baru Imlek untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan ibadah berlangsung aman dan kondusif.
Baca juga: 450 personel Satpol PP amankan Imlek 2026
Baca juga: Polres Jaksel jaga dua vihara selama perayaan Tahun Baru Imlek
Adapun titik pengamanan terfokus pada dua vihara di wilayah Jakarta Selatan, yakni Vihara Bio Hok Tek Tjen Sin (Kebayoran Lama) dan Vihara Amurva Bhumi (Setiabudi).
Pengamanan dilaksanakan secara sinergi yang melibatkan unsur TNI, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub) serta instansi terkait lainnya.
Kolaborasi lintas sektor ini merupakan wujud komitmen bersama dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang merayakan Imlek.
Di kedua lokasi tersebut, personel gabungan ditempatkan untuk melakukan pengamanan terbuka dan tertutup, pengaturan arus lalu lintas, sterilisasi area ibadah serta patroli dialogis guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.





