REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN - Komandan tertinggi angkatan laut Iran menyatakan bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) akan mempertahankan dominasi intelijen di Selat Hormuz selama 24 jam penuh. Pernyataan itu ditegaskan IRGC di tengah pelaksanaan latihan militer di jalur pelayaran strategis tersebut, Senin (16/2/2026).
Kepala Angkatan Laut IRGC Laksamana Muda Alireza Tangsiri mengatakan pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mencakup permukaan laut, udara, hingga bawah permukaan.
Baca Juga
Ini Risiko Indonesia Jika Bangun Kerja Sama Drone dengan Iran
Terungkap, Kapal Induk Abraham Lincoln AS Kian Merapat ke Iran, Bawa 90 Pesawat Tempur
Drone Iran Jadi Andalan Rusia Bombardir Ukraina, Kini Teknologinya Mau Ditawarkan ke Indonesia
Ia menyebut pengawasan tersebut bertujuan menjamin keselamatan pelayaran di Selat Hormuz, yang setiap hari dilalui lebih dari 80 kapal tanker minyak dan kapal kontainer. Padatnya selat menjadikannya salah satu jalur perdagangan maritim tersibuk di dunia.
"Latihan militer berlangsung di Teluk Persia dan Selat Hormuz, dengan pulau-pulau di kawasan tersebut berfungsi sebagai 'benteng pertahanan' yang berada di bawah tanggung jawab penuh Angkatan Laut IRGC," ujarnya dikutip media pemerintah.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Ia menjelaskan latihan itu merupakan agenda tahunan rutin, dengan fokus pada manuver taktis serta penggunaan peralatan tertentu yang sebagian belum diumumkan ke publik. “Respons cepat dan tegas terhadap ancaman keamanan maritim menjadi inti latihan ini,” ujarnya.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)