Aset Asuransi Jiwa Tembus Rp646 Triliun

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Industri asuransi jiwa catatkan total aset Rp646,58 triliun per Januari–September 2025, dengan Rp571,40 triliun di antaranya ditempatkan pada instrumen investasi jangka panjang termasuk Surat Berharga Negara (SBN).

Plt. Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo, menegaskan dana investasi tersebut berkontribusi terhadap pembiayaan pembangunan dan ketahanan ekonomi nasional.

Ia mengatakan, penempatan dana pada SBN memperkuat peran industri asuransi sebagai investor institusional domestik yang menyediakan likuiditas jangka panjang bagi negara.

"Dana tersebut ditempatkan pada instrumen jangka panjang termasuk Surat Berharga Negara (SBN), sehingga turut mendukung pembiayaan pembangunan dan ketahanan ekonomi nasional," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (17/2/2026).

Selain menguak total aset, AAJI juga menekankan pentingnya penguatan riset dan sumber daya manusia guna menjaga keberlanjutan industri.

Baca Juga: Tak Khawatir Visa Ditolak, Asuransi Tokio Marine Hadirkan Fitur Visa Protection untuk Nasabah Traveler

Plt. Ketua Dewan Pengurus AAJI, Handojo G. Kusuma, memperkenalkan Program Beasiswa Harry Diah (BHD) kepada civitas academica menjembatani dunia akademik dan industri.

“Melalui Beasiswa Harry Diah, kami ingin mendorong agar riset mahasiswa tidak berhenti sebagai kewajiban akademik semata, tetapi mampu memberikan solusi nyata bagi industri dan masyarakat,” jelas Handojo.

Pada kesempatan yang sama, ia juga turut menekankan fungsi proteksi industri asuransi jiwa.

“Asuransi jiwa sering disalahartikan sebagai produk yang berbicara tentang kematian. Padahal pada dasarnya asuransi jiwa adalah tentang kehidupan, tentang memastikan keluarga tetap bisa melanjutkan hidup ketika risiko terjadi,” tambahnya.

Baca Juga: Komisaris Independen Bukan Pajangan di Industri Asuransi

Sekedar informasi, program BHD sendiri telah berjalan sejak 2024 dan hingga Desember 2025 menggandeng 11 perguruan tinggi dengan 46 penerima beasiswa.

Hingga kini, insentif riset sebesar Rp10 juta untuk S1, Rp15 juta untuk S2, dan Rp20 juta untuk S3 sudah dicairkan bertahap sesuai progres penyelesaian tugas akhir. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Duduk Perkara Kapolres Bima Terseret Peredaran Narkotika hingga Jadi Tersangka
• 21 jam lalukompas.id
thumb
Kisruh Masa Jabatan PERADI, Pengamat Tekankan Batas Kekuasaan Dalam Organisasi Profesi
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Pengelolaan Sampah & Wisata Terintegrasi Kota Madiun 
• 20 jam lalurealita.co
thumb
Geger! Mobil Sedan Terbakar di Tol Surabaya-Gresik, Diduga akibat Korsleting Listrik
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Terekam CCTV di Sukoharjo: Wanita Coba Turun dari Mobil tapi Ditahan, Polisi Cek
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.