Samsung dikabarkab segera mengumumkan ponsel flagship terbarunya, Samsung Galaxy S26 Ultra, dalam acara Galaxy Unpacked pada 25 Februari 2026 di San Francisco. Ponsel ini membawa sejumlah peningkatan, termasuk kualitas kamera depan serta kecepatan pengisian daya yang lebih tinggi.
Bocoran dari IceUniverse menyebutkan bahwa kamera depan tetap beresolusi 12 MP, namun beralih menggunakan sensor Sony IMX874 dengan ukuran 1/3,2 inci dan bukaan f/2.2. Penggunaan sensor Sony ini diperkirakan memberikan rentang warna yang lebih natural serta dynamic range yang lebih baik dibandingkan sensor ISOCELL pada generasi sebelumnya.
Untuk sektor kamera belakang, Galaxy S26 Ultra tetap mempertahankan konfigurasi lensa utama 200 MP, ultrawide 50 MP, periskop 5x zoom 50 MP, dan telefoto 3x zoom 12 MP. Meski jumlah megapiksel tidak berubah drastis, analis menilai Samsung akan meningkatkan kemampuan pemrosesan gambar dan fitur lensa untuk mengoptimalkan hasil foto secara keseluruhan.
Salah satu peningkatan signifikan hadir pada dukungan pengisian kabel cepat yang kini mencapai 60W, naik dari batas 45W pada seri-seri sebelumnya. Dengan kapasitas baterai yang diduga tetap 5.000 mAh, peningkatan daya ini diklaim mampu mengisi sekitar 75 persen daya hanya dalam waktu 30 menit melalui protokol PPS terbaru.
Dapur pacu perangkat ini kemungkinan akan ditenagai oleh chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang mendukung performa tinggi serta fitur AI terbaru dari Samsung. Peluncuran global diprediksi mulai berjalan pada pertengahan Maret 2026 dengan kisaran harga yang bocor antara USD 1.299 hingga USD 1.469 atau sekitar Rp20 juta.
Kehadiran Galaxy S26 Ultra menjadi langkah strategis Samsung untuk menjaga dominasi di pasar ponsel premium melalui perbaikan fitur-fitur fundamental yang dibutuhkan pengguna. Kepastian mengenai tanggal penjualan dan harga resmi di tiap wilayah masih menunggu konfirmasi langsung dari pihak Samsung saat acara peluncuran mendatang.
Sektor desain diperkirakan akan mengalami pembaruan pada penggunaan material bingkai yang lebih ringan namun tetap kokoh untuk meningkatkan kenyamanan genggaman. Samsung juga diklaim sedang menguji lapisan antarmuka One UI terbaru yang lebih minimalis untuk memaksimalkan efisiensi penggunaan layar datar berukuran besar pada model Ultra ini.
Baca Juga: Masih Pakai RAM 6 GB, Samsung Galaxy A07 5G Harus Berjuang Lawan Kompetitor di Harga Rp2 Jutaan
Integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) diprediksi akan semakin mendalam, tidak hanya terbatas pada pengeditan foto tetapi juga pada manajemen daya baterai. Fitur Galaxy AI terbaru ini diklaim mampu mempelajari kebiasaan harian pengguna secara lebih presisi guna memperpanjang masa pakai perangkat dalam satu kali pengisian daya.
Selain itu, Samsung kemungkinan akan memperkenalkan fitur konektivitas satelit yang lebih luas untuk mendukung pengiriman pesan darurat di wilayah tanpa sinyal seluler. Penambahan fitur ini menempatkan Galaxy S26 Ultra sebagai perangkat serbaguna yang tidak hanya unggul dalam aspek hiburan, tetapi juga pada aspek keamanan dan keandalan di berbagai kondisi.



