tvOnenews.com - Tim gabungan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengintensifkan pemadaman dan patroli titik api di sejumlah wilayah rawan di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.
"Langkah ini dikoordinasikan bersama unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, dan relawan untuk menekan perluasan kebakaran serta melindungi kawasan permukiman warga," kata Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade di Sungai Raya, Selasa.
Melalui jajaran Polres Kubu Raya, Kapolres Kadek Ary Mahardika menyatakan personel di lapangan terus melakukan pemadaman, pendinginan lahan terbakar, serta patroli rutin di area rawan kemunculan api.
Wilayah yang menjadi fokus patroli dan penanganan antara lain Kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Kuala Mandor B, Sungai Ambawang, dan Rasau Jaya. Upaya ini dilakukan untuk mencegah api meluas ke lahan kosong lain maupun permukiman penduduk.
Selain pemadaman, petugas juga melakukan pemantauan kualitas udara dan memberikan imbauan kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas luar ruang serta menggunakan masker saat beraktivitas di tengah kondisi asap.
Aparat juga menegaskan larangan pembakaran lahan dan memastikan penegakan hukum terhadap pelaku karhutla. Sinergi tim gabungan dan partisipasi masyarakat dinilai menjadi kunci agar kebakaran dapat segera dikendalikan dan kualitas udara berangsur membaik.
Polres Kubu Raya juga mengimbau masyarakat disiplin menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah menyusul memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.
Berdasarkan informasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui laman pemantauan kualitas udara, kadar partikel halus (PM2.5) di Kabupaten Kubu Raya terpantau pada level tidak sehat dan berisiko bagi kesehatan, terutama kelompok rentan.
"Asap akibat kebakaran hutan dan lahan dapat berdampak serius bagi kesehatan. Kami mengimbau masyarakat agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, mengurangi kegiatan di ruang terbuka, serta menjaga kondisi tubuh," kata Ade.
Paparan asap karhutla dapat memicu iritasi mata, hidung, dan tenggorokan, serta meningkatkan risiko gangguan pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Dampak lebih berat berpotensi dialami anak-anak, lanjut usia, serta warga dengan riwayat penyakit paru dan jantung.




