Hujan yang turun sepanjang malam tak mengurangi keriangan umat dan pengunjung yang menyesaki teras Wihara Kwan In Thang, Pondok Cabe Udik, Tangerang Selatan, Senin (16/2/2026). Anak-anak hingga orang dewasa asyik menyaksikan barongsai dari Kelompok Seni Dharma Virya, Gunung Sindur, Bogor, yang sedang beraksi. Sepasang barongsai unjuk kebolehan meloncat dan berlarian mengelilingi teras wihara. Sesekali mereka mendekati dan ‘mengganggu’ penonton yang berdesakan mengelilingi teras.
Di antara penonton ada yang memberanikan diri mengulurkan tangan, memberikan angpao. Barongsai dengan antusias menerima angpao tersebut melalui mulutnya.
Atraksi barongsai dan liong ini memang rutin diadakan oleh Wihara Kwan In Thang (Avalokitesvara) untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Tradisi dan ekspresi budaya Tionghoa sempat dilarang untuk tampil di ruang publik selama masa Orde Baru melalui Instruksi Presiden (Inpres) No. 14 Tahun 1967 yang dikeluarkan oleh Presiden Soeharto. Larangan ini didasarkan pada alasan politik, keamanan, dan upaya asimilasi paksa. Baru setelah Orde Baru tumbang, Inpres tersebut dicabut oleh presiden berikutnya, yaitu Gus Dur.
Keramaian di teras dan hujan yang turun sepanjang malam tak mengurangi kekhusyukan warga yang sedang beribadah di bagian dalam wihara. Malah hujan yang turun saat perayaan Imlek dianggap sebagai pertanda baik.
Hujan melambangkan keberkahan, rezeki, dan kemakmuran bagi yang merayakan. Mereka memanjatkan doa di depan altar utama patung Kongco (tuan rumah) Bodhisattva Kwan In atau Dewi Welas Asih.
Malam peralihan tahun dalam tradisi China dipercaya sebagai masa transisi memulai siklus kehidupan baru dan titik balik untuk memperbaiki diri. Malam ini adalah transisi dari shio Ular menuju Kuda Api.
Dalam tradisi Tionghoa, kuda melambangkan gerak, keberanian, dan daya jelajah. Api merepresentasikan energi, gairah, dan transformasi. Kombinasi keduanya ini diyakini akan membawa energi dinamis, peluang perubahan besar, sekaligus tantangan yang menuntut pengendalian diri dan kebijaksanaan. (Kompas, 16/2/2026)





