JAKARTA, KOMPAS.com - Suasana gemerlap lampion berwarna merah di Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat, Senin (16/2/2026) malam, bukan hanya milik mereka yang merayakan Tahun Baru Imlek.
Para pengunjung dari berbagai latar belakang memadati area Taman Fatahillah untuk menikmati gelaran Jakarta Light Festival.
Salah satunya Gari (28), warga asal Lenteng Agung, Jakarta Selatan yang turut datang meski tidak merayakan Imlek.
Gari sengaja memboyong istri dan anaknya yang berusia empat tahun untuk menikmati suasana malam di pusat wisata sejarah Jakarta tersebut.
"Saya sebenarnya tidak merayakan Imlek, tapi mumpung libur panjang jadi mengajak anak jalan-jalan ke sini," kata Gari saat ditemui Kompas.com di lokasi, Senin malam.
Gari mengaku mengetahui adanya atraksi video mapping dan festival lampion ini dari media sosial.
Rasa penasaran akan visual bangunan bersejarah Jakarta yang dipadukan dengan teknologi cahaya bernuansa Tionghoa membuatnya antusias datang jauh-jauh ke Kota Tua.
Bagi Gari, momen libur Imlek menjadi kesempatan berharga untuk rekreasi keluarga yang murah meriah namun berkualitas.
Ia pun memuji aksesibilitas menuju lokasi acara yang memudahkannya membawa anaknya yang masih berusia empat tahun.
"Enak ke sini bisa pakai KRL tidak macet di Glodok, apalagi kan banyak galian MRT tuh di sini. Terus parkir juga tidak ribet," ucap dia.
"Naik kereta enak tinggal jalan kaki dari stasiun langsung sampai ke Kota Tua. Tidak penuh juga keretanya karena hari libur," sambungnya.
Gari berharap, keramaian dan acara hiburan yang inklusif seperti ini bisa terus digelar di berbagai tempat Jakarta.
Baca juga: Dua Vihara di Jaksel Dijaga Ketat pada Tahun Baru Imlek
Ia pun menitipkan harapan agar ruang publik di Jakarta semakin hidup dengan hiburan gratis yang bisa diakses seluruh kalangan.
"Harapannya semoga kerukunan di Jakarta terus terjaga kayak gini. Dan semoga makin banyak hiburan rakyat yang gratis tapi berkualitas di ruang publik," tutur Gari.