TNGGP tutup jalur menuju Curug Cibeureum karena longsor

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Cianjur (ANTARA) - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) menutup sementara jalur menuju kawasan wisata Curug Cibeureum-Salabintana di kawasan Gunung Gede, karena bencana alam longsor yang melanda kawasan air terjun tersebut.

Humas Balai Besar TNGGP Agus Deni saat dihubungi, Selasa, mengatakan jalur menuju tempat wisata air terjun atau dikenal dengan nama Curug Cibeureum tertutup longsor sejak beberapa hari terakhir sehingga sulit dilalui dan masih dalam penanganan.

"Jalur menuju Curug Cibeureum-Salabintana yang masuk dalam kawasan Gunung Gede-Pangrango yang berada di Kabupaten Cianjur dan Sukabumi, Jawa Barat, tertimbun longsor setinggi 1,5 meter dengan panjang lebih dari 15 meter akibat cuaca ekstrem," katanya.

Dia menjelaskan hingga saat ini proses pembersihan material longsor yang menutup jalur masih berjalan sehingga untuk sementara kawasan Curug Cibereum ditutup. Penutupan diperkuat dengan surat edaran.

Baca juga: TNGGP berikan sanksi kepada 36 orang pendaki ilegal

Proses pembersihan membutuhkan waktu cukup lama karena dilakukan secara manual melibatkan sejumlah warga di sekitar kawasan taman nasional, agar akses menuju Curug Cibeureum dapat dilalui kembali.

"Kami berharap segera dapat dilalui agar wisatawan dapat kembali menikmati keindahan air terjun di kawasan Gunung Gede-Pangrango yang selama ini banyak diminati," katanya.

Jalur wisata akan kembali dibuka, setelah material longsor berhasil dibersihkan dan aman dilalui wisatawan, pihaknya meminta wisatawan untuk bersabar dan menunggu informasi resmi terkait dibuka kembali jalur menuju destinasi wisata tersebut.

Selama penutupan berjalan, dia meminta para wisatawan tidak memaksakan diri untuk melintas karena proses pembersihan dilanjutkan dengan penanganan akan dilakukan agar tidak terjadi longsor susulan.

Baca juga: TNGGP minta calon pendaki bersabar karena pendakian belum dibuka

"Setelah penanganan tuntas dilakukan, jalur akan dibuka kembali, namun wisatawan diminta untuk tetap waspada karena cuaca ekstrem masih melanda sebagian besar wilayah Cianjur dan Sukabumi, sehingga dapat memicu terjadinya bencana alam," katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Israel Tangkap Imam Masjid Al-Aqsa, Batasi Akses Jemaah
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Lokasi dan Cara Tukar Uang Baru di Tegal dan Purwokerto untuk THR Lebaran 2026
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Festival Imlek di Kawasan Bundaran HI Dipadati Warga, Instalasi Lampion Jadi Sasaran Swafoto
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Kapan Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadhan 1447 H 2026 Digelar? Ada Potensi Perbedaan Awal Puasa
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
Remisi Hari Raya Belum Signifikan Tekan Kepadatan Lapas
• 2 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.