DNIKS Gelar Gerak Tak Terbatas 2026, Perkuat Inklusi Sosial Difabel

disway.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial atau DNIKS menggelar kegiatan Gerak Tak Terbatas: Bercerita Berdendang, Sahabat Inklusi 2026 di Kebayoran Park Mall, Jakarta, Senin 16 Februari 2026.

Kegiatan inklusi sosial difabel 2026 ini menjadi wadah kolaborasi antara komunitas penyandang disabilitas dan masyarakat umum dalam membangun ruang yang setara. Melalui acara Gerak Tak Terbatas DNIKS, organisasi ini ingin memperkuat kesadaran publik tentang pentingnya penerimaan dan partisipasi aktif teman difabel.

Momentum utama dalam kegiatan DNIKS Sahabat Inklusi 2026 adalah peluncuran buku inspiratif berjudul “Terbatas Tapi Tak Pernah Dibatasi”. Buku karya penulis difabel ini merupakan hasil kolaborasi sepuluh penulis dari berbagai latar belakang yang berbagi kisah perjuangan, pengalaman hidup, dan harapan masa depan. Peluncuran buku difabel 2026 tersebut dilakukan secara simbolis di hadapan tamu undangan, komunitas, dan pengunjung mall yang turut menyaksikan acara inklusi sosial DNIKS.

Ketua DNIKS Bidang Peningkatan Skills dan Pengembangan Profesi, RA Loretta Kartikasari, menegaskan bahwa potensi teman difabel memiliki nilai besar untuk dikembangkan. Dalam program peningkatan keterampilan difabel, DNIKS memberikan pendampingan, membuka akses ke dunia industri, serta memfasilitasi ruang tampil bagi talenta penyandang disabilitas. Upaya pengembangan profesi difabel oleh DNIKS ini bertujuan menciptakan kesempatan setara agar mereka mampu berkontribusi secara maksimal.

22 Program Prioritas Penyandang Disabilitas

Ketua Umum DNIKS, Effendy Choiri, menegaskan komitmen organisasi dalam menjalankan 22 program prioritas penyandang disabilitas serta 6 program tambahan bagi perempuan dan anak. Program prioritas DNIKS tersebut meliputi pendidikan inklusif, peningkatan keterampilan kerja, kewirausahaan difabel, perlindungan sosial, hingga penguatan keluarga dan komunitas. Menurut DNIKS, pembangunan inklusif harus memberikan ruang yang adil bagi seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas.

Dalam peluncuran buku karya difabel ini, sejumlah penulis hadir langsung, sementara lainnya mengikuti secara daring. Sepuluh penulis buku “Terbatas Tapi Tak Pernah Dibatasi” antara lain Grace Kurniadi, Isarotul Imamah, Aulia Nabila F.A.L.W, Iin Nurjanah, Andre Genta S., M. Rifki Asudais, Ristan Kenedi, Rani Fitria A., Yeni Endah, dan Ibnu Muzaki. Kehadiran para penulis dalam acara DNIKS 2026 menjadi bukti nyata bahwa literasi difabel mampu menjadi sarana inspirasi bagi masyarakat luas.

Salah satu penulis, Iin Nurjanah, mengungkapkan bahwa partisipasinya dalam buku difabel DNIKS ini merupakan pencapaian yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Melalui dukungan DNIKS dan pendampingan literasi difabel, impian menerbitkan karya akhirnya terwujud. Dalam bukunya, Iin menulis tentang keunikan di balik keterbatasan sebagai pesan motivasi bagi teman difabel.

Hal serupa disampaikan Rani Fitria A., yang untuk pertama kalinya menulis dalam buku kolaboratif difabel. Ia berharap kisah dalam buku inklusi sosial ini dapat memberikan inspirasi serta membangun perspektif positif tentang potensi penyandang disabilitas.

Edukasi Bahasa Isyarat untuk Masyarakat

Sebagai bagian dari rangkaian acara inklusi sosial DNIKS 2026, digelar sesi edukatif bertajuk “Mengenal Bahasa Isyarat”. Sesi bahasa isyarat ini dipandu oleh Ibnu Muzaki, penulis sekaligus anggota komunitas Teman Tuli. Melalui edukasi bahasa isyarat untuk masyarakat, peserta diajak memahami pentingnya komunikasi inklusif dan praktik gerakan dasar bahasa isyarat. Kegiatan ini menjadi simbol bahwa inklusi sosial difabel dapat dimulai dari langkah sederhana, yaitu memahami cara berkomunikasi yang setara.

Acara Gerak Tak Terbatas DNIKS ditutup dengan penampilan musik bertema “Berdendang dan Berisyarat”. Giant Jay membawakan lagu “Raksasa” yang menceritakan perjalanan hidupnya sebagai penyintas sindrom gigantisme, sekaligus menyampaikan pesan keberanian dan percaya diri. Dalam kolaborasi musik inklusif tersebut, lagu juga disampaikan bersama Teman Tuli menggunakan bahasa isyarat agar pesan dapat diterima secara luas.

Giant Jay kemudian berkolaborasi dengan Risty Tagor dan Angsherly membawakan lagu “Hidup Tanpa Kata”. Kolaborasi musik dan bahasa isyarat ini mempertegas semangat inklusi sosial DNIKS dalam membangun sistem dukungan yang saling menguatkan di tengah masyarakat.

Melalui Gerak Tak Terbatas 2026, DNIKS menegaskan komitmen jangka panjang dalam membuka ruang partisipasi penyandang disabilitas. Gerakan inklusi sosial difabel yang diusung DNIKS diharapkan menjadi bagian dari perubahan cara pandang masyarakat terhadap keberagaman. DNIKS percaya bahwa ketika kesempatan dan dukungan diberikan secara konsisten, penyandang disabilitas tidak hanya mampu berkarya, tetapi juga menjadi inspirasi bagi bangsa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
7 Koper Wisman Asal Thailand Hilang di Gunung Bromo, Polres Probolinggo Bentuk Timsus
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Kebakaran Mal Ciputra Cibubur, 2 Mobil Damkar Dikerahkan
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Info GTK 2026: Syarat dan Langkah Mudah Cek Validitas Data Pendidik Secara Online
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Alasan Tidak Boleh Menyapu saat Imlek
• 1 jam lalubeautynesia.id
thumb
39 Ribu Kendaraan Bakal Kembali ke Jakarta pada 17 Februari
• 19 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.