JAKARTA, KOMPAS.TV - Prediksi Jakarta tenggelam kian terasa nyata. Tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall digadang-gadang menjadi benteng pertahanan permukiman. Mega proyek pemerintah ini diklaim mampu melindungi wilayah pesisir dari banjir rob dan ancaman laut pasang.
Lalu, seberapa kuat tembok laut mampu menahan massa air laut dan mencegah banjir rob akibat penurunan muka tanah yang terus berlangsung? Apakah solusi ini menjawab akar persoalan atau sekadar menunda risiko yang lebih besar?
Untuk melihat bukti nyata perubahan pesisir, Dipo menelusuri kawasan Muara Baru, Jakarta Utara. Di sana berdiri Masjid Al Wadhuna yang tenggelam sejak 2012 silam. Berapa banyak wilayah yang berpotensi mengalami nasib serupa?
Penelusuran berlanjut ke permukiman RW 022, Muara Angke bersama Ketua RW, Bani Sadar dan Anggota LMK, Muslimin. Dipo menelusuri rumah-rumah warga yang rusak dan tergenangi air akibat banjir rob. Seberapa besar kerugian yang harus ditanggung warga akibat banjir rob?
Di Kamal Muara, Dipo bertemu dengan Komarudin, nelayan yang merasakan langsung dampak pembangunan tanggul laut. Jalur melaut berubah, jarak tempuh bertambah, dan biaya operasional meningkat. Lantas, perubahan apa yang paling terasa bagi nelayan pesisir?
Sebagai penutup, Dipo bertemu Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, di Tugu Penurunan Permukaan Tanah yang mencatat penurunan dataran hingga beberapa meter dalam puluhan tahun terakhir. Bagaimana skenario terburuk jika perlindungan pesisir tak berjalan sesuai rencana?
Saksikan Program Dipo Investigasi episode Masa Depan Jakarta Tenggelam? Tayang Senin, 16 Februari 2026, pukul 20.30 WIB, di KompasTV.
#banjir #jakarta #rob
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- banjir
- jakarta
- rob
- maura angke
- giant sea wall





