Jakarta, tvOnenews.com - Polisi mengungkap fakta baru dibalik penangkapan tiga pelaku pencurian batik Rp1,3 miliar di salah satu pameran di JCC, Tanah Abang, Jakarta Pusat berinisial LDNK, KN dan GJY.
Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo menerangkan pelaku ternyata pemain lama dan sudah paham dalam bidang tekstil.
“Pelaku sudah pernah melakukan pencurian. Mereka melihat peluang mana stand yang kosong dan salah satu pelaku paham mengenai kain dan bidang tekstil,” kata Dhimas, kepada wartawan, Selasa (17/2/2026).
Dhimas menerangkan pelaku pernah beraksi di acara lain pada tahun 2025. Para pelaku mencuri kain tenun hingga ulos.
“Pencurian yang dilakukan sebelumnya pada saat acara fashion week tahun 2025 dan kerugian berupa kain tenun (kemeja, jaket dan vest), outer NTT dan ulos untuk kisaran harga di Rp500 ribu-Rp2,5 juta. Kain bahan dan beberapa produk pakaian jadi dengan total kerugian kurang lebih Rp100 juta,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, pameran kerajinan terbesar di Tanah Air ternoda aksi kriminal. Koleksi batik tulis premium senilai Rp1,3 miliar raib dari salah satu stand.
Aksi pencurian itu terjadi pada 3 Februari 2026. Para pelaku menyasar satu stand yang memamerkan batik tulis berkualitas tinggi.
Dhimas mengungkapkan para pelaku bergerak saat malam hari sebelum pameran dibuka.
Momentum tersebut diduga dimanfaatkan karena kondisi lokasi belum seramai jam operasional.
Meski nilai kerugiannya mencapai miliaran rupiah, polisi memastikan seluruh barang hasil curian berhasil diamankan. Belum ada barang yang sempat dijual oleh pelaku.
Polisi kini telah membekuk tiga pelaku. Penangkapan dilakukan pada 12 Februari 2026. Ketiga pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 477 KUHP. (ars/nsi)




