JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan Arab Saudi berencana memberikan kuota Haji tambahan seiring dengan visinya yang menambah daya tampung jemaah hingga 5 juta orang di tahun 2030.
Indonesia, menjadi salah satu negara yang berpotensi mendapat tambahan kuota. Hal ini diungkapkan Dahnil dalam program Naratama Kompas.com, dikutip Selasa (17/2/2025).
Baca juga: Indonesia Sumbang 50 Persen Kematian Jemaah Haji, Istita’ah Kesehatan Diperketat
"Itu (Arab Saudi) sekarang renov besar-besaran, infrastruktur dan segala macam. Target mereka (tahun) 2030 mereka bisa menampung sekitar 5 juta orang. 5 juta orang," kata Dahnil.
Dahnil mengungkapkan, penambahan kuota yang berpotensi diterima Indonesia mencapai 100-200 persen dari kuota normal.
Tahun ini, Indonesia diketahui mendapat kuota haji yang paling besar dari negara itu, yakni sebanyak 221.000 jemaah.
Kuota ini terdiri dari 203.320 jemaah haji reguler dan 17.680 jemaah haji khusus. Sementara saat ini, daya tampung Arab Saudi mencapai 2 juta jemaah tiap musim haji.
"Sekarang 2 juta (orang), berarti penambahan kuota kita itu bisa 100 sampai 200 persen. Jadi dari 200.000 bisa 500.000, bisa 600 (ribu)," ucap dia.
Tambahan kuota itu, kata Dahnil, akan memotong masa tunggu haji bagi jemaah secara signifikan.
Ia tidak memungkiri, masa tunggu kemungkinan hanya mencapai 10 tahun. Sedangkan saat ini ketika kuota normal, masa tunggu jemaah haji disamaratakan menjadi 26 tahun.
Baca juga: DPR Sudah Bentuk Timwas Haji 2026, Anggotanya Lintas Komisi
"Itu secara otomatis akan memotong jumlah antrean yang tadinya misalnya 26 tahun sekarang, kalau ini bisa naik 100 persen atau 200 persen, berarti bisa ngantre 10 tahunan gitu nanti," beber dia.
Kendati demikian ia menekankan, penambahan kuota haji tidak sesederhana itu. Kementerian Haji dan Umrah, lanjut Dahnil, harus bersiap dengan kompleksitas masalah yang akan dihadapi.
Penambahan kuota haji berimplikasi pada keuangan haji yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Baca juga: Menhaj Pastikan Konsumsi Jemaah Haji Berkualitas dan Bercita Rasa Nusantara
Begitu pun pada tata kelola dan persiapan yang perlu disediakan Kementerian Haji dan Umrah. Pihaknya perlu menambah jumlah hotel, tenda di Arafah-Muzdalifah-Mina, hingga menambah jumlah katering makanan.
Penambahan itu berarti menempuh negosiasi panjang kembali dengan syarikah di Arab Saudi agar tidak ada satupun jemaah haji yang telantar dan tidak mendapat haknya.
"Kita senang tambah kuota karena akan memotong jumlah antrean. Tapi tambahan kuota itu jangan sampai terjadi itu di akhir-akhir mau menjelang musim haji. Penambahan kuota itu pasti berdampak pada tata kelola," tandas Dahnil.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




