Viral Video Warga Ciamis Boncengi 2 Lansia Sakit, Kini Ngadu ke Dedi Mulyadi Imbas Harus Bayar Mobil Desa dengan Tarif Rp 350 Ribu

grid.id
9 jam lalu
Cover Berita

Grid.IDVideo warga Ciamis boncengi dua lansia sakit kini viral di sosial media. Sosoknya kini ngadu ke Dedi Mulyadi imbas harus bayar mobil desa dengan tarif Rp 350 ribu.

Seorang warga Desa Hegarmanah, Ciamis mengunggah video pengaduan sambil membonceng dua lansia pakai motor ke rumah sakit karena tarif sewa mobil desa dianggap terlalu mahal.

Viral di sosial media video warga Ciamis boncengi dua lansia sakit. Sosoknya kini ngadu ke Dedi Mulyadi imbas harus bayar mobil desa dengan tarif Rp 350 ribu.

Dalam rekaman video tersebut, seorang warga Ciamis tampak membonceng dua orang lanjut usia yang tengah dalam kondisi sakit. Ia menjelaskan bahwa keduanya hendak menuju rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Namun, karena tidak mampu membayar biaya Mobil Desa, mereka terpaksa berangkat dengan sepeda motor meski harus berboncengan tiga orang.

“Pak Dedi, tinggali Pak Dedi, anu bade ka rumah sakit belaan dirempet tiluan, teu sanggem mayar Mobil Desa na awis teuing”

(Pak Dedi, lihat Pak Dedi, ini warga yang akan ke rumah sakit bela-belain dibonceng tiga orang karena tak sanggup membayar Mobil Desa terlalu mahal),” ujar warga Ciamis tersebut.

Aksi tersebut kemudian viral setelah diunggah oleh akun TikTok @missalma89. Pengunggah yang diketahui bernama Alma menyebut kejadian itu berlangsung di Desa Hegarmanah, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Alma menuturkan bahwa dua lansia tersebut terpaksa ia bonceng karena tak memiliki biaya untuk menyewa Mobil Desa. Padahal jarak dari desa mereka ke rumah sakit di Ciamis cukup jauh, sekitar 28 kilometer.

Menurutnya, tarif Mobil Desa berkisar antara Rp350 ribu hingga Rp400 ribu sehingga dianggap memberatkan. Ia pun mengaku sudah lama merasa kecewa dan kesal terhadap kebijakan di desanya.

Karena itu, Alma menyampaikan pengaduan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar dilakukan audit terhadap Desa Hegarmanah.

 

“Coba diaudit ka dieu Pak Dedi, diaudit Desa Hegarmanah, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis,” ujarnya.

Alma juga mencurahkan isi hatinya bahwa ia sudah lelah bersabar. Ia mengaku setiap kali menyampaikan protes atau kritik, justru merasa disalahkan dan dihakimi.

“Abdi tos capek, upami nyarios sok dihakimi Pak Dedi, abdi teh sok disalah-salahkeun (Saya sudah capek jika berbicara malah dihakimi dan disalahkan),” ungkap Alma.

Bahkan, ia menyebut pernah mendapat intimidasi dari oknum aparat desa. Melalui video pengaduan tersebut, Alma berharap Gubernur Jawa Barat dapat turun langsung untuk meninjau kondisi dan dugaan permasalahan di desanya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meluncurkan langkah baru bagi masyarakat Jawa Barat. Ia mengajak warga untuk turut memviralkan berbagai proyek pembangunan di wilayah Jawa Barat, baik yang hasilnya dinilai kurang maksimal maupun yang dianggap sudah berjalan dengan baik.

Selama ini, tak sedikit pejabat atau kepala daerah yang kerap dicap kurang terbuka terkait proyek pembangunan yang bermasalah karena dikhawatirkan dapat merusak citra atau menyingkap kepentingan tertentu.

Namun, pendekatan tersebut tampaknya berbeda dengan sikap Dedi Mulyadi. Ia justru mendorong masyarakat agar ikut memantau dan mengawasi proses pembangunan di daerah masing-masing.

“Saya sampaikan kepada seluruh warga dipersilakan untuk memantau, mengawasi pembangunan di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat yang saat ini masif,” ujar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dikutip Tribunjabar.id.

Ia menjelaskan, berbagai proyek bisa menjadi perhatian warga, mulai dari pengecoran dan pengaspalan jalan, pembangunan drainase, pemasangan u-ditch, hingga Penerangan Jalan Umum (PJU).

Selain itu, pembangunan fasilitas publik seperti rumah sakit, puskesmas, sekolah, kantor pemerintahan, jembatan, irigasi, normalisasi dan pelebaran sungai, serta proyek lainnya juga dapat diawasi bersama.

Menurut Dedi, kebijakan ini bertujuan agar masyarakat terlibat langsung dalam pengawasan. Ia bahkan mempersilakan warga membagikan temuan mereka di media sosial apabila menemukan pekerjaan yang dinilai bagus ataupun sebaliknya.

 

“Silakan diposting di media sosial, manakala pekerjaan (pembangunan) itu bagus atau pun manakala pekerjaannya jelek,” ujarnya.

Tak hanya itu, Dedi juga menyiapkan apresiasi bagi pihak penyelenggara pembangunan yang menunjukkan kinerja terbaik. Penghargaan tersebut akan diberikan dalam bentuk award dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Ia menyebutkan, pada akhir Desember nanti, Pemprov Jabar akan mengumumkan proyek dengan hasil terbaik sekaligus yang terburuk kepada publik melalui acara resmi dan media sosial.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembangunan di Jawa Barat melalui pengawasan bersama. Dedi juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para pekerja lapangan, seperti buruh bangunan, mandor, tukang, sopir angkutan, konsultan, pengawas, hingga pegawai Pemprov Jabar yang setiap hari bekerja demi kepentingan masyarakat.

Ia berharap seluruh pihak memiliki semangat yang sama bahwa pembangunan dilakukan bukan hanya untuk kepentingan saat ini, melainkan demi masa depan generasi Jawa Barat. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Garuda di Dadaku, Denda Membayangi di Belakangku
• 12 jam lalukompas.id
thumb
Tak Terbendung, Janice Tjen Ukir Prestasi di 2 Sektor Dubai Championships 2026
• 11 jam lalugenpi.co
thumb
TNI Rampungkan Jembatan Armco di Pauah Taruno Agam, Peresmian Dijadwalkan 23 Februari 2026
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Bupati Sidoarjo Tegaskan Perbaikan Jalan Harus Overlay
• 1 jam lalurealita.co
thumb
Pelaku Pencurian Batik Rp1,3 Miliar di Inacraft JCC Terdesak Ekonomi, Polisi: Setelah Mencuri Dijual Lagi
• 8 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.