Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad menjelaskan keputusan awal Ramadan ditetapkan melalui pembahasan hasil hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pemantauan hilal). Rangkaian sidang isbat akan dimulai pukul 16.30 WIB dengan diawali seminar posisi hilal yang menghadirkan para ahli astronomi dan pakar ilmu falak dari organisasi masyarakat Islam.
Pelaksanaan sidang isbat diawali dengan pemantauan hilal di 96 titik lokasi di seluruh Indonesia. Hasil rukyat dari seluruh titik tersebut menjadi bahan utama pembahasan dalam sidang isbat.
Nah, kenapa hilal harus terlihat sebelum Ramadan dimulai? Sebelum mengetahu penjelasannya, yuk simak dulu apa itu hilal? Apa itu hilal? Melansir laman Metrotvnews.com, hilal adalah fase awal bulan sabit yang untuk pertama kalinya tampak di ufuk barat setelah matahari terbenam. Kemunculannya menjadi penanda berakhirnya satu bulan hijriah sekaligus tibanya bulan baru dalam penanggalan Islam.
Berbeda dengan kalender masehi yang menggunakan tanggal tetap, pergantian bulan dalam kalender Islam memang sepenuhnya bergantung pada kemunculan hilal ini. Hilal tidak hanya penting untuk penentuan Ramadan semata.
Hilal juga menjadi acuan menetapkan awal bulan-bulan besar lainnya dalam Islam, seperti Syawal yang menandai Idulfitri dan Dzulhijjah yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji serta Iduladha.
Setelah memahami apa itu hilal, kini saatnya membahas mengapa keberadaan hilal menjadi syarat mutlak sebelum ibadah puasa Ramadan bisa dimulai. Berikut penjelasannya.
Baca Juga :
Keunggulan dan Kelebihan Hisab serta Rukyat Jadi Penentu Awal PuasaNamun jika hilal tidak tampak, bulan Syaban digenapkan menjadi 30 hari dan Ramadan baru dimulai sehari setelahnya. Selain itu, ada dua metode utama yang digunakan untuk menentukan keberadaan hilal, dan keduanya memiliki pendekatan yang berbeda namun saling melengkapi. Berikut penjelasannya: Rukyatul hilal Metode ini menggunakan pengamatan hilal secara langsung setelah matahari terbenam pada hari ke-29 bulan berjalan. Pengamatan ini bisa dilakukan dengan mata telanjang maupun menggunakan alat bantu optik seperti teleskop, dan biasanya dilaksanakan di titik-titik strategis yang memiliki cakrawala barat yang luas dan bebas halangan agar visibilitas hilal lebih optimal. Hisab Metode kedua adalah Hisab, yaitu perhitungan posisi bulan secara matematis menggunakan data astronomi. Dengan teknologi yang semakin canggih, prediksi kemunculan hilal kini bisa diketahui bahkan sebelum rukyat dilakukan.
Meski demikian, hasil perhitungan hisab tetap dikaji bersama dalam forum resmi pemerintah sebelum keputusan final diambil. Untuk menetapkan awal Ramadan 2026, Kemenag menggelar Sidang Isbat pada 17 Februari 2026 dengan memantau hilal di sekitar 96 titik lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Sidang Isbat sendiri merupakan forum resmi yang memadukan hasil rukyatul hilal di lapangan dengan data hisab secara bersamaan. Apabila hilal dinyatakan terlihat dan memenuhi kriteria yang berlaku, maka Ramadan resmi dimulai keesokan harinya.
Apabila tidak, bulan Syaban digenapkan terlebih dahulu menjadi 30 hari. Keputusan Sidang Isbat inilah yang menjadi rujukan resmi bagi seluruh umat Islam di Indonesia dalam menentukan kapan ibadah puasa Ramadan dimulai.
Itulah ulasan tentang hilal hingga metodenya. Semoga informasi ini menambah wawasanmu ya!
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F02%2F09%2F39814eb528f0ed5ef615a0f322427a72-1002040345.jpg)


