JAKARTA, KOMPAS.TV – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 896 rumah warga terdampak luapan Sungai Cacaban yang mengakibatkan banjir di Kecamatan Kramat dan Suradadi di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin (16/2/2026).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari melalui keterangan tertulis, Selasa (17/2/2026), menyebut satu unit rumah mengalami rusak berat akibat banjir.
“Dilaporkan 1 unit rumah rusak berat dan 1 orang mengalami luka ringan. Tim gabungan telah melarikan korban luka ke puskesmas terdekat. Sebanyak 896 unit rumah terdampak akibat kejadian ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal bersama dinas terkait telah mendirikan dapur umum dan mendistribusikan bantuan kebutuhan dasar kepada warga terdampak.
Baca Juga: Jalur Demak-Semarang di Kebonagung Terputus karena Banjir, Lalu Lintas Dialihkan ke Pantura
“Berdasarkan pemantauan di lapangan, banjir telah surut pada hari yang sama,” lanjutnya.
Muhari juga menyampaikan laporan kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia, yang dihimpun sejak Senin (16/2/2026) hingga Selasa (17/2/2026) pukul 07.00 WIB.
Di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), luapan drainase di Desa Sandue, Kecamatan Sanggar pada Minggu merendam 32 rumah warga dengan ketinggian air mencapai 40 sentimeter.
BPBD Kabupaten Bima bersama tim gabungan melakukan pendataan di lokasi kejadian dan banjir dilaporkan telah surut per Senin.
Sementara di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, hujan deras memicu peningkatan debit air Sungai Wrati dan Rejoso yang mengakibatkan banjir di Kecamatan Gempol, Beji, Bangil dan Winongan, Kabupaten Pasuruan pada Sabtu (14/2/2026).
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- badan nasional penanggulangan bencana
- bnpb
- banjir pemalang
- banjir tegal
- banjir
- banjir bima





