Menjelang bulan suci Ramadan, anak-anak di Situbondo punya tradisi unik, yaitu main meriam spirtus "Seldung".
Mereka membuat seldung dari kaleng bekas susu, yang disusun, dilem, dan ditutup dengan menggunakan isolasi setiap sambungannya. Sebagian lainnya, membuat meriam spirtus atau seldung dengan menggunakan pipa paralon bekas, dengan alat pemicu magnet korek api, sedangkan suara dentuman berasal dari cairan spirtus.
Pantauan di lapangan, anak-anak berkeliling ke sejumlah persawahan. Mereka yang rata-rata berusia 10-14 tahun itu juga tampak berkeliling sisi sungai.
Tradisi bermain meriam spirtus ini tidak hanya sekadar hiburan, tapi ini juga menunjukkan semangat dan kegembiraan anak-anak di Kabupaten Situbondo, dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.
"Pada bulan Ramadan, saya bersama teman-teman bermain seldung sambil menunggu waktu berbuka puasa, namun untuk hari ini digunakan untuk hiburan saja," ujar Farhan (13), saat bermain seldung di areal persawahan Kelurahan Dawuhan, Situbondo, Selasa (17/2).
Hal senada disampaikan Riski (11 tahun), pada bulan suci Ramadan di areal persawahan, dan sepanjang pinggir sungai di Kota Situbondo, akan dipastikan dipadati anak-anak yang bermain meriam spirtus atau seldung.
"Biasanya teman-teman bermain seldung pada sore hari menjelang berbuka puasa, sambil menunggu waktu berbuka puasa," bebernya.
Sementara itu, Aldo Maulana (15), anak pasutri asal Kelurahan Dawuhan, Situbondo mengatakan, awalnya dirinya membuat seldung untuk dipakai bermain sendiri. Namun, saat teman sekolah mengetahui dirinya bisa membuat seldung, banyak teman sekolahnya yang minta dibuatkan.
“Kalau bahannya lengkap, seperti kaleng bekas, setiap hari saya bisa membuat lima seldung, sedangkan seldung tersebut saya jual seharga Rp 25 ribu,” kata Aldo.
Menurut dia, cara membuatnya sangat sederhana dan tak terlalu rumit, yang penting tersedia bahan yang diperlukan.
“Kalau saya untuk membuat seldung menggunakan kaleng susu bekas dan botol bekas air mineral,” pungkasnya.





