JAKARTA, DISWAY.ID -- Vihara Dharma Bakti ramai, Glodok, Jakarta Barat, ramai dipadati umat untuk merayakan ibadah Imlek 2577 tahun kuda api pada Selasa, 17 Februari 2026.
Berdasarkan pantauan Disway di lokasi, ribuan umat didominasi mengenakan atribut berwarna merah, memadati vihara. Hilir mudik berganti, melaksanakan ritual.
Sepanjang kawasan Vihara, dihiasi oleh ornamen identik khas imlek. Mulai dari lampion, dupa hingga pernak-pernik lainnya berwarna merah.
BACA JUGA:Imlek 2026: 44 Warga Binaan Terima Remisi Khusus dan Pengurangan Masa Pidana
Saat Disway tiba di depan pintu masuk Vihara Dharma Bakti, seorang petugas langsung menyambut dengan ramah. "Gong Xi Fa Cai!" ucap petugas di lokasi.
Terlihat sejumlah umat sembahyang dalam Vihara dengan membakar dupa dan kertas kuning atau yang sering disebut Kimcos (kertas emas) / Tua Kim.
Di antaranya nampak berdoa dengan khusyuk. Bahkan, tak jarang pula ada yang menitihkan air mata.
Di dalam Vihara, debu bekas pembakaran kertas berhampuran ke dinding-dinding langit. Namun, aromatik khas dupa menutupi bau pembakaran tersebut.
Pengurus Yayasan Vihara Dharma Bhakti, Kong Tet Sen, mengucapkan Gong Xi Fa Cai untuk semua umat. Dia berharap di tahun ini diberikan kesehatan dengan damai.
"Ini kan sudah 2577 punya semua umat, semua sembahyang untuk kesehatan dengan damai, dengan tenang ya. Gong Xi Fa Cai ini semua kita selalu bikin sukses. Pikiran apa supaya jalan dengan lancar," ujarnya di lokasi.
BACA JUGA:Jadwal Barongsai on The Street Rayakan Imlek di Gading Serpong, Wushu hingga Taiichi
Dalam menyambut perayaan Imlek ini, kata dia, pihaknya setiap hari selalu mencuci patung, sebagai salah satu upaya persiapannya.
"Karena menyambut Imlek ini selalu kita setiap hari cuci (patung), sudah selesai beberapa hari untuk lihat hari ini ya, baru Imlek punya sudah siap-siap semua, kita baru merayakan," ungkapnya.
Menurut Kong Tet Sun, terdapat ribuan umat yang sembayang di hari imlek ini. Namun angka tersebut diprediksi akan meningkat, sebab Vihara tersebut 24 jam melayani jemaah.
"Kalau dihitung sih bisa ribuan ya, soalnya kita nggak bilang sekali, soalnya dia turun-temurun 24 jam kita buka Imlek ini ya, untuk ssetiap orang sembahyang," tukasnya.
- 1
- 2
- »





