Mahashivaratri di Prambanan, Hidupkan Harmoni Spiritualitas dan Pariwisata Dunia

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Perayaan Mahashivaratri di Candi Prambanan pada Minggu (15/2)-Senin (16/2) menegaskan sebuah arah baru pengelolaan warisan budaya nasional: menghadirkan harmoni antara ruang ibadah yang sakral dan destinasi budaya kelas dunia.

Perhelatan yang menjadi rangkaian akhir Prambanan Shiva Festival selama sebulan penuh ini digelar untuk pertama kalinya di Indonesia, sekaligus menjadi tonggak penting dalam menjadikan Candi Prambanan sebagai living monument, warisan budaya yang tidak hanya berdiri sebagai monumen sejarah, tetapi terus hidup dan dirawat secara spiritual maupun kultural.

Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa, menyampaikan bahwa festival ini merupakan bukti konkret bahwa situs warisan dunia dapat memainkan peran ganda secara seimbang. Menurutnya, pelestarian nilai spiritual tidak harus bertentangan dengan penguatan sektor pariwisata, melainkan dapat berjalan beriringan.

“Prambanan Shiva Festival merupakan bukti bahwa kami ingin candi ini tidak hanya berdiri kokoh sebagai monumen masa lalu, tetapi benar-benar hidup sebagai warisan budaya yang sakral. Dari sisi pariwisata, kegiatan ini diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” jelasnya kepada wartawan, di Candi Prambanan, Senin (16/2).

Direktur InJourney Destination Management, Febrina Intan, menambahkan bahwa perhelatan ini merupakan bentuk harmonisasi antara ruang spiritual dan kekayaan seni budaya. Menurutnya, Prambanan dihadirkan sebagai ruang inklusif yang tetap menjaga kesakralannya.

“Keagungan Prambanan kita harapkan hadir secara inklusif, sebagai ruang yang terbuka bagi siapa saja untuk dapat ikut mengagumi, menghargai, dan terinspirasi oleh keagungan situs suci ini. Kita ingin menunjukkan bahwa spiritualitas tidak harus memisahkan, tetapi justru menyatukan,” jelasnya.

Kirab Budaya dan Air Suci 36 Provinsi

Rangkaian acara dimulai dengan prosesi kirab budaya sejauh lima kilometer dari Candi Kedulan menuju Candi Prambanan. Barisan pembawa benda sakral berjalan berdampingan dengan air suci yang dihimpun dari 36 provinsi, serta pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter. Prosesi berlanjut ke Maha Gangga Tirta Gamana, ketika air dari 36 provinsi dan sembilan candi Nusantara disucikan oleh 35 Sulinggih sebagai simbol pembersihan diri dan harmoni semesta.

Menjelang malam, suasana pelataran Candi Prambanan berubah khidmat. Sebanyak 1.008 dipa atau pelita dinyalakan secara serempak, menghadirkan cahaya yang menyala di antara siluet megah Shiva Grha. Bunyi damaru mengalun pelan, sementara video mapping memantulkan visual sakral di dinding candi. Ritual kemudian memasuki inti penyucian melalui upacara Abhisekam yang berlangsung bertahap hingga fajar, menghadirkan suasana meditasi mendalam demi kedamaian dunia.

Apresiasi Duta Besar India

Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, turut mengapresiasi penyelenggaraan Mahashivaratri di Prambanan. Menurutnya, Candi Prambanan merupakan salah satu kuil Shiva terbaik yang pernah ia lihat di dunia dan memiliki potensi besar menarik wisatawan India.

“Kami akan mendorong agar wisatawan India, yang jumlahnya besar di Bali, juga diarahkan berkunjung ke Yogyakarta termasuk menyaksikan langsung kekayaan warisan budaya seperti Candi Prambanan,” ujarnya.

Ketua Umum PHDI Pusat, Wisnu Bawa Tenaya, menegaskan Mahashivaratri menjadi momentum membangun manusia Indonesia yang utuh secara lahir, batin, dan sosial. Prosesi pembentangan bendera Merah Putih sepanjang hampir seribu meter dinilainya sebagai simbol kuat persatuan dan semangat kebangsaan dalam balutan spiritualitas.

“Melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, festival ini diteguhkan sebagai sebuah tonggak baru dalam pengelolaan warisan budaya yang menyatukan spiritualitas, kebudayaan, dan pariwisata dalam satu tarikan napas kebangsaan,” terangnya.

Salah satu pengunjung, Echa, mengaku bersyukur dapat mengikuti penyalaan 1.008 dipa di halaman Candi Prambanan. Ia menilai perayaan ini memberi ruang bagi siapa pun, tanpa memandang latar belakang agama, untuk merasakan harmoni dalam keberagaman.

“Cinta kasih doa itu memang buat siapa saja, universal gitu. Jadi bersyukur bisa berada di sini, ngerasain energinya, berbagi energinya, di momen ini. Bersyukur dan kami malah berterima kasih sudah ada kesempatan berkunjung ke acara seperti ini,” jelas pengunjung asal Jakarta tersebut.

Mahashivaratri diselenggarakan secara kolaboratif oleh Kementerian Pariwisata RI, Kementerian Agama RI melalui Dirjen Bimas Hindu, Tim Pemanfaatan Candi Prambanan Kementerian Kebudayaan, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), InJourney Destination Management, serta didukung oleh Pertamina Patra Niaga.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bank Raya Umumkan Pemenang Program “Pesta Raya” Giatkan Inklusi Keuangan Digital di Masyarakat
• 4 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Jalan Penghubung Agam-Bukittinggi Tertimbun Longsor
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jakarta Light Festival Meriahkan Imlek 2026, Kota Tua Dipadati Pengunjung
• 17 jam laluliputan6.com
thumb
Petaka Hantam Tetangga RI, Penerbangan Cancel-Jalan Putus-Listrik Mati
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Puasa Ramadan Mulai Kapan di Arab Saudi? Tanggal 18 Februari atau 19 Februari
• 23 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.