Banjir sempat melanda wilayah Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut), pada hari Senin (16/2). Akibat banjir tersebut, beberapa titik jalan sempat lumpuh akibat timbunan tanah longsor. Namun, titik-titik lumpuh tersebut telah bisa dilalui kendaraan.
Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Muhammad Alan Haikel, mengatakan bahwa seluruh material longsor yang menimbun badan jalan di wilayah Kecamatan Sitahuis telah berhasil dibersihkan.
"Sekitar pukul 23.30 WIB, seluruh titik longsor sudah dievakuasi. Saat ini arus lalu lintas telah kembali normal dan kendaraan dapat melintas dengan aman," kata Alan dalam keterangannya, Selasa (17/2).
Berikut titik jalan yang sempat lumpuh:
1. Jalan Rampa Poriaha KM 7 dengan kondisi material kayu dan batu menutup jalan.
2. Jalan Sibolga-Tarutung KM 23 dengan kondisi longsor menutup akses kendaraan.
3. Jalan Sibolga-Tarutung KM 23,5 dengan kondisi material longsor menyumbat aliran sungai hingga memicu banjir.
4. Jalan Sibolga-Tarutung KM 23,7 dengan kondisi akses lumpuh total.
5. Jalan Sibolga-Tarutung KM 24 dengan kondisi badan jalan tertimbun.
6. Jalan Sibolga-Tarutung KM 24,5 dengan kondisi jalan tidak dapat dilalui kendaraan.
7. Jalan Sibolga-Tarutung KM 25 dengan kondisi akses terputus total.
8. Jalan Sibolga-Tarutung KM 26 dengan kondisi longsor menimpa badan jalan.
"Setelah proses pembersihan material yang berlangsung hingga larut malam, jalur Sibolga-Tarutung via Rampa dinyatakan bersih," imbuh Alan.
Alan menjelaskan, bahwa selain kondisi jalan yang sempat lumpuh akibat bencana tersebut, juga terdapat kerusakan di pemukiman warga.
"Tercatat 7 unit rumah warga mengalami kerusakan, 5 unit rumah di Kelurahan Nauli terendam banjir dan 2 unit rumah di Desa Nagatimbul rusak tertimpa longsor," ujar Alan.
Dalam peristiwa bencana banjir tersebut, tidak ada korban jiwa maupun orang hilang.





