Warga "Mengais Rezeki" Imlek di Vihara Bahtera Bhakti Raup Rp 500.000: Uang Buat Cucu

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengais rezeki di depan Vihara Bahtera Bhakti, Ancol, Jakarta Utara, sudah menjadi kebiasaan puluhan warga setiap kali perayaan Imlek.

Salah satunya warga Tomang, Jakarta Barat, Pipit (55), yang mengaku sudah tiga tahun berturut-turut selalu duduk di depan wihara berharap mendapatkan rezeki dari umat yang merayakan Imlek.

Ia mengaku, selalu ketagihan mengais rezeki di depan wihara karena hasilnya yang menjanjikan.

"Pas pertama coba itu dapat Rp 500.000 per hari. Di tahun ke dua sama lah sekitar segitu, nah kalau sekarang udah dapat Rp 550.000, ini masih ada waktu sampai jam 22.00 WIB," tutur Pipit ketika diwawancarai Kompas.com di lokasi, Selasa (17/2/2026).

Baca juga: Warga Mengais Rezeki Imlek di Vihara Bahtera Bhakti, Kantongi Rp 500.000

Pengais rezeki lain, Nuraini (69), juga mengaku penghasilannya tak beda jauh dengan Pipit.

"Tahun kemarin dapat Rp 600.000, kalau sekarang baru dapat Rp 500.000 dalam semalam," tutur dia.

Bagi dia, penghasilan tersebut sangat lumayan, sehingga Nuraini rela kehujanan dan kepanasan untuk bertahan di depan wihara semalaman.

Bukan baru sekali, ia sudah empat tahun berturut-turut selalu mengais rezeki di depan Vihara Bahtera Bhakti setiap kali Imlek.

Nuraini bilang, hampir sebagian besar umat memberi saweran kepada para pengais rezeki di depan wihara, usai melaksanakan ibadah.

Baca juga: Libur Imlek di TMII, Orangtua Ajak Anak Mengenal Budaya Tionghoa sejak Dini

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Uang-uang yang didapat dari depan vihara itu biasanya digunakan Nuraini untuk tambahan makan di rumah dan membantu keperluan cucunya yang masih bayi.

"Karena kan mantu saya gajinya bulanan, enggak ada harian, jadi keperluannya suka kurang," jelas dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Bertemu Trump, Industri Tekstil Berharap Keringanan Tarif dari AS
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
TNI AL Tangkap Kapal Pengangkut Nikel Ilegal, Begini Kronologi Lengkapnya!
• 46 menit laluokezone.com
thumb
Banjir Demak Meluas, Tanggul Sungai Tuntang Jebol
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pria Ditusuk Suami Mantan Pacar di Tol Jakarta-Tangerang, Mobil Dirampas Pelaku
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Anggota DPRD Sulsel di Bajo Barat Perkuat Aspirasi Masyarakat, Dorong Pembangunan Merata
• 6 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.