Calon Jemaah Haji Bakal Wajib Manasik Kesehatan, Pemeriksaan Sejak H-1 Tahun

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Haji dan Umrah RI menyiapkan program manasik kesehatan bagi calon jemaah haji, yang dimulai satu tahun sebelum waktu keberangkatan masing-masing.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan bahwa melalui program ini, kondisi kesehatan jemaah akan dipantau lebih awal agar mereka siap secara fisik saat menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Baca juga: Indonesia Usul Standar Kelayakan Jemaah Haji Berbasis Kesehatan, Bukan Usia

“Pemeriksaan kesehatan harus di awal. Misalnya Mas Amir akan berangkat tahun 2027, maka pemeriksaan kesehatan itu harus dimulai di 2026. Setahun sebelumnya, supaya kita tahu riwayat rekam medis dari Mas Amir,” ujar Dahnil dalam siniar Naratama di YouTube Kompas.com, Selasa (17/2/2026).

Menurut Dahnil, manasik kesehatan adalah proses melatih sekaligus menjaga kebugaran calon jemaah dalam jangka waktu panjang sebelum keberangkatan.

Selama ini, lanjut Dahnil, pembinaan kesehatan dinilai belum dilakukan secara sistematis sejak jauh hari. Padahal, ibadah haji sangat menuntut kesiapan fisik.

“Saya sering menyebutkan 90 persen ibadah haji itu fisik,” kata dia.

Oleh karena itu, satu tahun sebelum berangkat, calon jemaah didorong mulai membiasakan pola hidup sehat, seperti berjalan kaki, berolahraga sesuai kemampuan, serta menjaga pola makan.

“Jadi sebenarnya ibadah haji itu adalah momentum kita untuk menjadi orang yang lebih baik secara paripurna termasuk kesehatan,” jelas Dahnil.

Baca juga: Arab Saudi Target Tampung 5 Juta Jemaah Haji pada 2030, Kuota RI Berpotensi Naik

Dalam kesempatan itu, Dahnil menerangkan bahwa layanan kesehatan haji kini terpusat di Kementerian Haji dan Umrah. Sebelumnya, urusan kesehatan haji berada di Kementerian Kesehatan.

“Sekarang sudah tidak ada urusan sehat haji lagi di Kementerian Kesehatan, sekarang di sini semuanya,” ucap Dahnil.

Selain itu, Kementerian Haji dan Umrah akan mendorong kehadiran klinik permanen di seluruh asrama haji. Klinik itu akan menjadi pusat konsultasi sekaligus pemantauan kesehatan calon jemaah selama masa persiapan.

Baca juga: Dilema Pengetatan Cek Kesehatan Haji: Tekan Kematian, Antre hingga Lansia

“Nanti para dokter-dokter haji akan mendorong semua asrama haji kita itu ada klinik permanen yang kemudian memantau, menjadi pusat konsultasi kesehatan haji,” katanya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dahnil pun menegaskan, pemerintah ingin memastikan calon jemaah tiba pada masa keberangkatan dalam kondisi bugar. Program ini justru untuk membantu jemaah, termasuk yang berusia lanjut, agar tetap mampu menjalankan ibadah.

“Jadi bukan melarang keberangkatan,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menlu Sugiono Bertemu Sekjen PBB, Bahas Upaya Perdamaian Palestina 
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
Bersolek Sambut Ramadan 1447 H, Masjid Taqwa Lampoih Saka Aceh Laksana Rest Area Religi
• 18 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Bapanas Bakal Salurkan Bantuan Pangan ke 33,2 Juta Penerima Jelang Ramadan, Siapkan Rp11,92 Triliun
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Kemenkes Tegaskan Pemberhentian dr. Piprim Basarah Sesuai Aturan Disiplin PNS
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Dilaporkan ke Polisi, Terungkap Sosok Pemain Timnas Indonesia yang Diduga Aniaya Pacar
• 9 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.