Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Sumatera Utara
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memastikan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, dalam peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampus 4 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan, Senin, 16 Februari 2026.
Peresmian diawali dengan peninjauan langsung fasilitas dapur SPPG untuk memastikan kesiapan operasional dan standar layanan. SPPG tersebut diresmikan oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sanjaya, sebagai bagian dari penguatan sistem layanan gizi yang aman, terstandar, dan berkelanjutan. Kehadiran SPPG diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik dan kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan balita.
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan kebijakan strategis nasional yang dirancang sebagai investasi jangka panjang pembangunan manusia.
“Program ini adalah investasi untuk menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045. Anak-anak yang saat ini berada di jenjang PAUD hingga SMA, bahkan yang masih dalam kandungan, harus tumbuh sehat, cerdas, dan kuat secara fisik maupun mental,” ujar Mu’ti dalam keterangan tertulis, Selasa, 17 Februari 2026.
Ia menekankan bahwa pemenuhan gizi pada masa-masa krusial pertumbuhan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mencegah stunting. Menurutnya, SPPG bukan sekadar menyediakan makanan, tetapi memastikan asupan gizi yang seimbang, aman, dan berdampak positif terhadap tumbuh kembang anak.
Sementara itu, Sony Sanjaya menyampaikan bahwa MBG merupakan bentuk intervensi nyata pemerintah yang dijalankan melalui kolaborasi lintas sektor dan dukungan masyarakat. Ia menilai program ini membawa perubahan paradigma dalam pemenuhan gizi anak.
“Anak-anak kini tidak hanya makan untuk kenyang, tetapi mendapatkan asupan gizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, serat, dan vitamin,”ungkap Sony.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam waktu singkat, program MBG telah menjangkau puluhan juta peserta didik dengan dukungan jutaan relawan dan ribuan SPPG di berbagai daerah. Menurutnya, kritik dan masukan publik menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas layanan.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menyatakan bahwa kehadiran SPPG merupakan langkah konkret dalam memperkuat pembangunan manusia di daerah.
Ia menambahkan, program MBG turut menggerakkan ekonomi lokal melalui pemanfaatan bahan pangan dari petani, nelayan, dan pelaku UMKM setempat.
Pengawasan mutu program dilakukan secara disiplin di tingkat operasional dapur SPPG. Tegardo, pengawas pemeliharaan dan distribusi SPPG UMSU, menjelaskan bahwa seluruh proses pengolahan makanan mengikuti prosedur operasional standar yang ketat.
Setiap hari, bahan pangan ditimbang dan dibersihkan, kemudian diolah sesuai jadwal. Makanan dimasak sejak dini hari, didinginkan, dikemas, dan didistribusikan pada pagi hari agar peserta didik dapat sarapan sebelum memulai kegiatan belajar.
Kemendikdasmen menegaskan akan terus mengawal mutu pelaksanaan MBG melalui penguatan standar layanan SPPG, pengawasan berkelanjutan, serta kolaborasi bersama Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Dengan pengawasan yang konsisten, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya menjangkau lebih banyak penerima manfaat, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi tumbuh kembang anak dan peningkatan kualitas pendidikan nasional.
Editor: Redaksi TVRINews





