FAJAR, JAKARTA – Tiga negara resmi menetapkan awal Ramadan 2026 jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan ini hasil kajian astronomi yang menunjukkan hilal mustahil terlihat lebih awal. Bagaimana dengan Indonesia?
Berdasarkan laporan Gulf News edisi Minggu (15/2/2026), beberapa negara mulai menetapkan waktu dimulainya ibadah puasa. Penentuan awal bulan Hijriah memang selalu merujuk pada kemunculan hilal atau bulan sabit.
Metode pengamatan yang berbeda membuat tanggal mulai puasa bisa selisih satu hari. Ada negara yang memakai pengamatan lokal, namun ada pula yang memakai perhitungan global. Mayoritas negara Muslim berencana memantau hilal pada Selasa malam, 17 Februari 2026.
Kalkulasi Astronomi di Timur Tengah
Berdasarkan data astronomi terbaru, peluang terlihatnya hilal pada Selasa malam (17/2/2026) dinilai sangat kecil. Kondisi ini diprediksi terjadi di wilayah Arab Saudi, Mesir, hingga Uni Emirat Arab.
Negara yang mewajibkan rukyat kemungkinan besar akan menggenapkan bulan Syakban menjadi 30 hari.
Jika skenario ini terwujud, maka Kamis, 19 Februari 2026 akan menjadi awal Ramadan. Namun, setiap otoritas keagamaan tetap memiliki kriteria masing-masing dalam menetapkan keputusan akhir.
Di Indonesia hari melakukan pemantaun hilal di puluhan titik seluru Tanah Air. Hasilnya dibawa ke sidang isbat malam ini.
Pastikan 19 Februari 2026
Oman
Oman menjadi negara GCC pertama yang memberikan pengumuman resmi terkait awal puasa Ramadan. Otoritas setempat memastikan 1 Ramadan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026 secara nasional.
Keputusan ini merujuk pada perhitungan astronomi yang menunjukkan hilal tidak mungkin teramati sebelumnya.
Turki
Turki juga secara resmi menetapkan 19 Februari 2026 sebagai hari pertama ibadah Ramadan. Penetapan ini didasarkan pada metode hisab atau perhitungan posisi benda langit secara matematis.
Otoritas Turki memprediksi hilal tidak akan tampak di wilayah Arab maupun benua Amerika. Dalam sistem mereka, bulan baru dimulai jika posisi hilal memungkinkan untuk diamati teleskop.
Singapura
Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS) turut mengonfirmasi awal Ramadan jatuh pada 19 Februari. Mufti Singapura menjelaskan bahwa posisi bulan terbenam lebih dahulu daripada matahari saat rukyat.
Hal ini membuat pengamatan hilal mustahil dilakukan dari wilayah Singapura pada hari tersebut. Jadwal imsakiyah pun sudah dibagikan kepada masyarakat sebagai panduan ibadah selama sebulan penuh. (*)





