Jakarta, tvOnenews.com - Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 diwarnai dengan pedagang burung pipit di depan Vihara Dharma Bhakti, Jakarta Barat, Selasa (17/2/2026).
Burung pipit diketahui identik dengan tradisi Tahun Baru Imlek. Masyarakat Tionghoa biasanya menerbangkan burung pipit sebagai simbol buang sial.
Seorang penjual burung pipit bernama Rizki mengatakan bahwa dirinya sudah berjualan di depan pintu masuk Vihara Dharma Bhakti sejak lama.
Tak hanya burung pipit, Rizki juga menjual burung merpati untuk diterbangkan lagi.
“Tiap tahun, setiap hari malah. Soalnya kan Imlek, Cap Gomeh, ada setiap hari, enggak setahun sekali,” kata Rizki saat ditemui di lokasi.
Dia mengaku mematok harga Rp1.700 untuk seekor burung pipit. Sedangkan, sepasang burung merpati dibanderol seharga Rp270.000.
“Rp1.700 (per ekor burung pipit). Rp270.000 sepasang merpati),” kata dia.
Kata Rizki, burung merpati harus dijual dan diterbangkan sepasang alias betina dan jantan. Sebab, burung ini menjadi simbol agar cepat mendapat jodoh.
“Kalau burung merpati untuk cari jodoh. Pipit biasanya buat buang sial atau mau cari kerja,” ungkapnya.
Menurut Rizki, masyarakat Tionghoa yang datang ke Vihara biasanya membeli puluhan hingga ratusan burung pipit.
“Ada yang pesen buat umur, ada yang pesen buat keluarga. Bebas. Ada yang 100, ada yang 1.000,” kata dia.
Sampai pukul 12.00 WIB, Rizki menyebut burung dagangannya baru terjual 10.000 ekor. Menurutnya, jumlah yang terjual lebih sedikit dari biasanya.
“Hari ini 10 ribu (burung). Sedikit, biasanya 20 ribu,” kata dia.
Jika dihitung, omzet penjualannya selama setengah hari mencapai Rp17 juta. (saa/iwh)



