Trump Kembali Ancam Iran: Ada Konsekuensi jika Kesepakatan Nuklir Tak Tercapai

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ancamannya kepada Iran terkait masalah nuklir. Menurut dia, akan ada konsekuensi yang ditanggung Teheran jika perundingan antara kedua negara tidak mencapai kesepakatan.

Ancaman tersebut disampaikan Trump menjelang digelarnya pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran tersebut di Jenewa, Swiss, hari ini.

“Saya akan terlibat dalam pembicaraan tersebut, secara tidak langsung. Saya rasa mereka (Iran) tidak menginginkan konsekuensi jika tidak mencapai kesepakatan,” kata Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One, dalam perjalanan ke Washington, Senin (16/2) waktu AS, seperti dikutip AFP.

Perundingan nuklir AS-Iran yang berlangsung pada Selasa (17/2) ini dimediasi oleh Oman. Sebelumnya, Trump sudah berulang kali mengancam bakal mengambil tindakan militer terhadap Teheran.

Ancaman pertama dilontarkannya saat merespons tindakan keras Iran terhadap protes antipemerintah. Kemudian, baru-baru ini, ancaman serupa juga dilontarkannya atas program nuklir Negeri Persia tersebut.

AS dan beberapa negara Eropa khawatir program nuklir Iran dimaksudkan untuk membuat bom. Namun, tudingan itu sudah berkali-kali dibantah Teheran.

Washington DC sebelumnya juga berusaha memperluas cakupan pembahasan dalam perundingan kali ini. Di antaranya termasuk mengenai rudal balistik Iran dan dukungan negara itu untuk berbagai kelompok bersenjata di Timur Tengah.

Pembicaraan antara AS dan Iran sejauh ini tak banyak menunjukkan tanda-tanda kompromi yang jelas dari kedua belah pihak. Apalagi, ancaman aksi militer AS masih terus membayangi.

AS bahkan telah mengerahkan kapal perang dan pesawat ke Timur Tengah. Di sisi lain, Iran juga memulai latihan militer pada Senin (16/2) di Selat Hormuz, jalur air internasional yang vital bagi rute ekspor minyak dari negara-negara Teluk.

Para produsen minyak telah meminta dilaksanakannya diplomasi untuk mengakhiri sengketa tersebut. AS dan Iran akhirnya memperbarui negosiasi awal bulan ini dengan harapan untuk mengatasi perselisihan mereka yang telah berlangsung selama beberapa dekade terkait program nuklir Teheran.

Upaya negosiasi ini sebelumnya kandas tatkala Israel melancarkan serangan mendadak ke Iran pada Juni 2025, yang dilanjutkan dengan perang 12 hari antara kedua pihak. Peristiwa itu kemudian disusul dengan tindakan militer Washington membom sejumlah situs nuklir Iran.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cerita Foe Sempat Minder dengan Nama Tionghoa, Kini Jadi Kebanggaan
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Milomir Seslija Jelaskan Alasan Dua Amunisi Impor Persis Belum Kelihatan Batang Hidungnya
• 6 jam lalubola.com
thumb
Imigrasi Sesuaikan Jam Layanan Selama Ramadan
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Mahasiswa AS Mulai Tinggalkan Kurikulum Konvensional Demi AI
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kuyank: Saranjana the Prequel Makin Dekat Sentuh 1 Juta Penonton
• 9 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.