Liputan6.com, Jakarta - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menyelenggarakan berbagai rangkaian program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-66.
Melalui kegiatan pengembangan WIKA Agrivillage berbasis agroedukasi berkelanjutan, penanaman 6.600 pohon, serta bakti sosial operasi bibir sumbing bagi 66 anak dari keluarga pra-sejahtera, WIKA berfokus pada aspek lingkungan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Advertisement
Terkait program agrivillage, Direktur Utama WIKA Agung BW mengatakan, WIKA telah merancang inovasi ini dengan menggabungkan aspek edukasi dan lingkungan agar dapat menciptakan sumber daya manusia yang unggul untuk keberlanjutan.
"WIKA Agrivillage kami rancang sebagai ruang pembelajaran terbuka yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Inisiatif ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintah dalam membangun manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing, sekaligus peduli terhadap keberlanjutan lingkungan,"ujar Agung, melansir Antara, Senin 16 Februari 2026.
Pengembangan WIKA Agrivillage dilaksanakan di kawasan agroedukasi terpadu Situ Jejed, Desa Kembang Kuning, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar).
Kawasan ini dirancang sebagai ruang publik berbasis alam yang mengintegrasikan fungsi edukasi, rekreasi keluarga, konservasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
WIKA Agrivillage dikembangkan dengan pendekatan ramah lingkungan yang meminimalkan penggunaan beton serta mengoptimalkan vegetasi dan potensi lokal melalui konsep Agro-Edu-Recreation Sphere.
Program ini selaras dengan implementasi TJSL, prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta mendukung Asta Cita Pemerintah dalam pembangunan manusia unggul, penguatan ekonomi kerakyatan, dan pelestarian lingkungan hidup.




