Palembang (ANTARA) - Lintas Raya Terpadu (LRT) Sumatera Selatan memfasilitasi penumpang yang menjalankan ibadah puasa untuk berbuka puasa di dalam rangkaian kereta selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Manajer Humas PT KAI Divisi Regional III Palembang Aida Suryanti di Palembang, Selasa, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bentuk toleransi bagi penumpang yang masih berada dalam perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba.
“Selama ini aturan di dalam LRT melarang penumpang makan dan minum demi kenyamanan bersama. Namun khusus bulan Ramadhan, kami membolehkan penumpang berbuka puasa di dalam kereta dengan ketentuan hanya makanan ringan atau snack serta minuman dalam tumbler atau botol,” katanya.
Ia menjelaskan perjalanan terakhir LRT tetap beroperasi seperti biasa, yakni pukul 19.01 WIB dari Stasiun DJKA dan pukul 19.55 WIB dari Stasiun Bandara, sehingga memungkinkan penumpang masih berada di perjalanan saat waktu Maghrib.
Baca juga: LRT Sumsel angkut 3,38 juta penumpang hingga Triwulan III Tahun 2025
Baca juga: BI Sumsel hadirkan Program Naik LRT Rp80 di Festival Perahu Bidar 2025
Petugas di dalam rangkaian akan mengingatkan penumpang ketika waktu berbuka telah tiba. Meski demikian, penumpang diminta tetap menjaga kebersihan dan tidak meninggalkan sampah di dalam kereta serta menjaga ketertiban agar tidak mengganggu kenyamanan pengguna lainnya.
Untuk operasional harian selama Ramadhan 1447 H, LRT Sumsel tetap melayani 94 perjalanan mulai pukul 05.06 WIB hingga 20.43 WIB dengan jarak antar kereta (headway) sekitar 18 menit.
Berdasarkan data 1 Januari hingga 16 Februari 2026, jumlah penumpang LRT Sumsel tercatat 571.837 orang dengan rata-rata 12.166 penumpang per hari. Jumlah terbanyak terjadi pada 1 Januari 2026 sebanyak 37.461 penumpang.
Empat stasiun dengan jumlah penumpang terbanyak hingga pertengahan Februari 2026 yakni Stasiun Asrama Haji sebanyak 114.026 penumpang, Stasiun Ampera 89.928 penumpang, Stasiun DJKA 77.108 penumpang dan Stasiun Bumi Sriwijaya 65.236 penumpang.
Layanan LRT Sumsel yang terhubung ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) menjadi bagian dari konektivitas antarmoda untuk memudahkan masyarakat melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat.
Penumpang yang akan melanjutkan perjalanan udara diimbau agar memilih jadwal keberangkatan LRT minimal tiga jam sebelum jadwal penerbangan dengan memperhatikan ketentuan waktu check-in masing-masing maskapai.
LRT Sumsel terus bertumbuh sebagai transportasi massal modern yang diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat dan memangkas waktu tempuh perjalanan.
"PT KAI bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKRSS) berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," kata Aida.
Baca juga: LRT Sumsel layani 197.071 penumpang saat masa angkutan Lebaran 2025
Baca juga: LRT Sumsel layani pembayaran non tunai gunakan QRIS
Manajer Humas PT KAI Divisi Regional III Palembang Aida Suryanti di Palembang, Selasa, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bentuk toleransi bagi penumpang yang masih berada dalam perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba.
“Selama ini aturan di dalam LRT melarang penumpang makan dan minum demi kenyamanan bersama. Namun khusus bulan Ramadhan, kami membolehkan penumpang berbuka puasa di dalam kereta dengan ketentuan hanya makanan ringan atau snack serta minuman dalam tumbler atau botol,” katanya.
Ia menjelaskan perjalanan terakhir LRT tetap beroperasi seperti biasa, yakni pukul 19.01 WIB dari Stasiun DJKA dan pukul 19.55 WIB dari Stasiun Bandara, sehingga memungkinkan penumpang masih berada di perjalanan saat waktu Maghrib.
Baca juga: LRT Sumsel angkut 3,38 juta penumpang hingga Triwulan III Tahun 2025
Baca juga: BI Sumsel hadirkan Program Naik LRT Rp80 di Festival Perahu Bidar 2025
Petugas di dalam rangkaian akan mengingatkan penumpang ketika waktu berbuka telah tiba. Meski demikian, penumpang diminta tetap menjaga kebersihan dan tidak meninggalkan sampah di dalam kereta serta menjaga ketertiban agar tidak mengganggu kenyamanan pengguna lainnya.
Untuk operasional harian selama Ramadhan 1447 H, LRT Sumsel tetap melayani 94 perjalanan mulai pukul 05.06 WIB hingga 20.43 WIB dengan jarak antar kereta (headway) sekitar 18 menit.
Berdasarkan data 1 Januari hingga 16 Februari 2026, jumlah penumpang LRT Sumsel tercatat 571.837 orang dengan rata-rata 12.166 penumpang per hari. Jumlah terbanyak terjadi pada 1 Januari 2026 sebanyak 37.461 penumpang.
Empat stasiun dengan jumlah penumpang terbanyak hingga pertengahan Februari 2026 yakni Stasiun Asrama Haji sebanyak 114.026 penumpang, Stasiun Ampera 89.928 penumpang, Stasiun DJKA 77.108 penumpang dan Stasiun Bumi Sriwijaya 65.236 penumpang.
Layanan LRT Sumsel yang terhubung ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) menjadi bagian dari konektivitas antarmoda untuk memudahkan masyarakat melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat.
Penumpang yang akan melanjutkan perjalanan udara diimbau agar memilih jadwal keberangkatan LRT minimal tiga jam sebelum jadwal penerbangan dengan memperhatikan ketentuan waktu check-in masing-masing maskapai.
LRT Sumsel terus bertumbuh sebagai transportasi massal modern yang diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat dan memangkas waktu tempuh perjalanan.
"PT KAI bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKRSS) berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," kata Aida.
Baca juga: LRT Sumsel layani 197.071 penumpang saat masa angkutan Lebaran 2025
Baca juga: LRT Sumsel layani pembayaran non tunai gunakan QRIS





