JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah melalui Kementerian Agama menggelar sidang isbat penetapan 1 Ramadhan 1447 Hijriah pada Selasa (17/2/2026).
Hasil sidang ini akan menjadi penentu resmi kapan umat Islam di Indonesia memulai puasa Ramadhan 2026.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa keputusan awal Ramadhan diambil melalui pembahasan hasil hisab dan rukyat.
Baca juga: Jam Berapa Hasil Sidang Isbat 1 Ramadhan 2026 Diumumkan?
“Hasil hisab dan rukyat akan kami bahas bersama. Keputusan akhir disampaikan kepada masyarakat agar menjadi pedoman bersama umat Islam di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Perhitungan NU masih menunggu pemerintahHingga kini, Nahdlatul Ulama belum menetapkan secara mandiri tanggal 1 Ramadhan 2026. Berdasarkan keputusan Muktamar ke-20 tahun 1954, NU menggunakan mekanisme ikhbar, yakni mengikuti keputusan pemerintah dan menyampaikannya kepada warga nahdliyin.
Meski begitu, Lembaga Falakiyah PBNU telah melakukan perhitungan awal Ramadhan.
Hasilnya menunjukkan ijtimak terjadi pada 17 Februari 2026 pukul 19.02 WIB, dengan tinggi hilal minus 1 derajat 44 menit sehingga secara astronomis masih berada di bawah ufuk.
Dengan kondisi tersebut, peluang hilal terlihat sangat kecil dan bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari.
Baca juga: Sidang Isbat Bisa Ditonton Live, Ini Cara Pantau Penetapan 1 Ramadhan 2026
Melalui perhitungan itu, 1 Ramadhan diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, namun NU tetap menunggu keputusan resmi pemerintah.
Muhammadiyah tetapkan 18 Februari 2026Berbeda dengan NU, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Penetapan ini menggunakan sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang dikembangkan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.
Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid, Rahmadi Wibowo, menjelaskan bahwa KHGT dibangun atas prinsip kesatuan hari dan tanggal secara global, tanpa pembagian wilayah matla’.
Dalam sistem tersebut, awal bulan ditentukan melalui parameter hisab dengan elongasi minimal 8 derajat dan ketinggian hilal minimal 5 derajat saat matahari terbenam.
Jika belum terpenuhi, digunakan parameter tambahan, termasuk memastikan ijtimak terjadi sebelum fajar dalam siklus 24 jam global.
Baca juga: Tim Kemenag: Secara Hisab, 1 Ramadhan Jatuh pada Kamis, Keputusan Tunggu Sidang Isbat
Berdasarkan perhitungan Muhammadiyah, konjungsi terjadi pada 17 Februari 2026 pukul 12.01 GMT sehingga 1 Ramadhan ditetapkan pada 18 Februari 2026.
Perbedaan metodePotensi perbedaan awal puasa 2026 muncul karena pendekatan metodologis yang berbeda.
NU mengombinasikan hisab dan rukyat serta mengikuti keputusan sidang isbat pemerintah, sedangkan Muhammadiyah menggunakan hisab murni berbasis kalender global yang telah ditetapkan sebelumnya.
Keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat pada 17 Februari 2026 akan menjadi rujukan nasional bagi penentuan awal puasa Ramadhan tahun ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




