JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno menghadiri acara Transisi Ramadan 1447 Hijriah bertema 'Double Blessing: Chinese New Year and Ramadan Karim' di Bundaran HI, Jakarta Pusat pada Selasa (17/2/2026).
Acara itu diawali dengan penampilan barongsai dan liong lalu disusul pertunjukan seni budaya Nusantara bernuansa Islami, antara lain Tari Ratoh Jaroe dari Aceh, Tari Randai Piring dari Sumatera Barat yang disusul pertunjukan Rampak Bedug tadi dari Banten, serta Tari Zapin Betawi.
Pantauan Kompas.com, Gubernur Pramono dan Wagub Rano menyaksikan acara dari atas halte Transjakarta Bundaran HI sekitar pukul 19.00 WIB.
Baca juga: Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 2026 Jatuh pada 19 Februari
Mereka juga sempat beberapa kali melambaikan tangan menyapa masyarakat yang ada di seputar Bundaran HI.
Setelah itu, Gubernur Pramono meninggalkan lokasi acara diantarkan oleh Wagub Rano Karno.
Namun, mereka sempat menyalami masyarakat yang menyapa di bawah halte.
Wagub Rano Karno mengatakan, acara transisi pada Selasa malam diharapkan dapat menjadi ikon pembuka bulan Ramadhan.
"Yang menghadirkan pengalaman visual berkesan bagi masyarakat serta wisatawan. Tadi saya berbisik dengan Pak Sekda, tahun depan harus lebih hebat dari ini karena tahun depan Jakarta berusia 500 tahun," jelas Rano saat memberikan keterangan di lokasi.
Rano berencana membuat transisi Ramadhan lebih meriah pada tahun depan.
Baca juga: Soal Perbedaan Awal Ramadhan, Yenny Wahid: Bukan Masalah, Hormati Saja
Konsep car free night menurut Rano bisa diterapkan.
"Supaya Jakarta kosong, semuanya kerayaaan dipusatkan untuk menghadapi pesta yang jauh lebih besar. Tahun ini pelatihan (pemanasan)," jelasnya.
Sementara itu, pengunjung Transisi Ramadhan 1447 Hijriah mengapresiasi kemeriahan acara itu.
Salah satunya, Anwar (50), warga Kemayoran, Jakarta Pusat yang sudah hadir di lokasi sejak pukul 15.00 WIB.
Ia datang bersama istri dan cucu-cucunya.
"Kami mau lihat barongsai sebenarnya. Cucu-cucu mau lihat dan foto. Sampai sini dikasih tahu ada acara tambahannya, baguslah mumpung libur," tutur Anwar kepada Kompas.com.
Sementara itu, warga lain, Rafi (24), sepakat jika tahun depan acara transisi Ramadhan dibuat dengan konsep car free night.
Menurutnya hal itu lebih baik untuk mencegah kemacetan.
Baca juga: Suasana Tarawih Perdana Tahun Ini di Masjid At Tanwir Muhammadiyah, Dipadati Jemaah
"Kalau kayak sekarang kan rawan macet. Kami pun mau pulang harus nungguin dulu lalu lintas reda macetnya. Kalau seperti CFD kan lebih teratur," tutur Rafi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




