Menag: Negara Islam di Asia Tenggara hingga Turki Belum Mulai Puasa Besok

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA —  Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan negara-negara Islam belum menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi pada Rabu (18/2/2026).

Pasalnya ketinggian hilal masih berada di bawah ufuk atau belum sesuai kriteria yang ditentukan. Di Indonesia ketinggian hilal berkisar -2 derajat, 24 menit, 42 detik sehingga belum memenuhi kriteria MABIMS.

"Hingga 0 derajat, 58 menit, 47 detik, jadi di seluruh wilayah kepulauan Indonesia bahkan di Asia Tenggara, bahkan kalau kita melihat diskusinya diseluruh negara yang Islam pun juga belum ada satu negara muslim pun yang masuk kategori imkanur rukyat," katanya saat konferensi pers sidang isbat di Jakarta, Selasa (17/2/2026).

Dia menyebut bahwa kalender hilal global versi Turki juga belum menunjukkan awal puasa berlangsung pada Rabu (18/2/2026).

"Kita lihat juga kalender hilal global versi Turki itu juga belum memulai Ramadannya besok," jelasnya.

Alhasil, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, (19/2/2026) setelah Kementerian Agama bersama Majelis Ulama Indonesia, sekjen ormas Islam, hingga tamu negara sahabat menggelar sidang isbat.

Baca Juga

  • Live Hasil Sidang Isbat 2026, 1 Ramadan 1446 H Ditetapkan 19 Februari
  • Hasil Sidang Isbat Awal Puasa 2026, 1 Ramadan 1447 H Ditetapkan Kamis 19 Februari
  • Hasil Sidang Isbat Awal Puasa 2026, Hilal Tidak Terlihat 1 Ramadan Diprediksi Jatuh 19 Februari

Perlu diketahui, kriteria puasa berdasarkan negara anggota MABIMS (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) memiliki kriteria untuk menentukan hilal, yakni Ketinggian hilal minimal 3 derajat di atas ufuk saat matahari terbenam dan Elongasi (jarak sudut bulan–matahari) minimal 6,4 derajat.

"Berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya laporan terlihat disepakati 1 Ramadan 1447 hijriah jatuh pada hari kamis 19 Februari 2026," katanya.

Di samping itu, Muhammadiyah telah menetapkan puasa pada Rabu (18/2/2026) berdasarkan parameter yang menjadi acuan Muhammadiyah. 

Namun, Nasaruddin mengatakan perbedaan penetapan puasa telah didasari khazanah fikih yang telah lama diadopsi. Oleh karenanya, pemerintah masih menerapkan sidang isbat untuk menentukan posisi hilal di mana kegiatan ini berlangsung di 96 titik di Indonesia. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Tangkap 8 Jukir Liar di Tanah Abang: Patok Tarif Rp 60-100 Ribu
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
212 Unit Huntara Mulai Ditempati Warga Korban Banjir di Pidie Jaya | KOMPAS SIANG
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Getok Tarif Parkir Rp100 Ribu, Polisi Ciduk 8 Jukir Liar di Tanah Abang
• 4 jam lalusuara.com
thumb
Imlek 2026 Makin Digital, Anak Muda China Bakar Dupa Virtual Sampai Pakai AI
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Betrand Peto Tak Bisa Sembunyikan Rindu, Imlek Pertama Keluarga Sarwendah Tanpa Yeye
• 17 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.