RI Temukan Bakteri di Akar Kunyit Ampuh Lawan Sel Kanker Payudara

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Kunyit. (Dok. Pixabay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), berhasil menemukan bakteri aktinomisetes yang hidup di tanah rhizosfer (sekitar akar/rimpang) kunyit (Curcuma longa L.). Bakteri ini berpotensi menghasilkan senyawa antikanker yang efektif melawan sel kanker payudara, dengan tingkat toksisitas yang sangat rendah terhadap sel normal.

Temuan ini merupakan hasil riset kolaboratif antara tim BRIN dan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM). Hasil penelitian dipublikasikan di Journal of Applied Pharmaceutical Science Vol. 15 No. 3 (DOI: 10.7324/JAPS.2025.218990). Tim peneliti berhasil mengisolasi tujuh bakteri aktinomisetes dari tanah perkebunan kunyit (Karanganyar, Jawa Tengah) dan menguji potensi antikankernya secara in vitro terhadap sel kanker payudara T47D.

Baca: 5 Makanan Ini Paling Disukai Sel Kanker, Banyak Dikonsumsi Warga RI

Aniska Novita Sari, peneliti Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional sebagai perwakilan tim peneliti menyampaikan bahwa hasil pengujian in vitro menunjukkan bahwa salah satu isolat, yaitu TC-ARCL7, memiliki aktivitas antikanker yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 0,2 µg/ml, jauh lebih rendah dibandingkan obat kemoterapi doxorubicin, kurkumin murni, maupun ekstrak etanol kunyit. Menariknya, isolat ini juga menunjukkan toksisitas yang sangat rendah terhadap sel normal (Vero), sehingga memiliki indeks selektivitas yang tinggi.


Foto: Ilustrasi kanker payudara. (Dok. Freepik)
Ilustrasi kanker payudara. (Dok. Freepik)

"Temuan ini menunjukkan bahwa potensi anti-kanker tidak selalu berasal langsung dari tanaman obat, namun mikroba yang hidup di sekitarnya juga berpotensi memiliki aktivitas yang sama dengan inangnya dan berpeluang dikembangkan lebih lanjut. Pendekatan ini dinilai dapat menjadi alternatif dalam pengembangan obat berbasis bahan alam dengan biaya produksi yang lebih efisien dan sumber daya yang berkelanjutan," ujar Aniska dalam keterangan tertulisnya dikutip, Selasa (17/2/2026).

Baca: Status JKN Dinonaktifkan Sementara, Pasien Masih Bisa Berobat di RS?

Aniska menambahkan secara molekuler, isolat TC-ARCL7 diketahui memiliki klaster gen biosintesis poliketida (PKS1 dan PKS2) yang diperkirakan berperan penting dalam produksi metabolit sekunder antikanker. Identifikasi genetik menunjukkan bahwa bakteri ini berkerabat dekat dengan Kitasatospora misakiensis dan Kitasatospora purpeofusca, kelompok bakteri yang dikenal mampu menghasilkan berbagai senyawa bioaktif farmasi.

Menurutnya, penelitan ini masih di tahap awal dan masih panjang prosesnya. Aniska dan tim berkomitmen untuk melanjutkan riset, termasuk pemurnian senyawa aktif, optimasi produksi metabolit, hingga uji pra-klinik, sebelum dapat dikembangkan sebagai kandidat obat antikanker baru yang aman dan efektif sehingga bermanfaat bagi yang membutuhkan.


(wur/wur)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Atraksi Barongsai Bawah Laut Sambut Kemeriahan Tahun Baru Imlek

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologis Pencurian Batik Senilai Rp1,3 Miliar di JCC
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Selasa, 17 Februari 2026: SIM Keliling Jakarta Masih Libur, Bandung Tetap Beroperasi
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
BREAKING NEWS Resmi 1 Ramadhan 1447 Hijriah Jatuh Pada 19 Februari 2026
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemprov Banten prioritaskan enam ruas jalan alternatif mudik 2026
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Andrew Andika Pilih Tidak Main Sinetron Sejak Menikah Lagi, Violentina Kaif Ungkap Alasan Suaminya
• 12 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.