HARIAN FAJAR, BULUKUMBA – Terdapat 171 anak atau pasien diserang penyakit Morbili di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Penyakit menular tersebut menyerang anak di Bulukumba sejak November hingga Februari ini.
Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba, dr. Amrullah, M. Kes yang dikonfirmasi, ia membenarkan hal tersebut, menurutnya dari 171 pasien Morbili itu, pihaknya telah meregistrasi di Diskes Bulukumba.
“Sudah 171 pasien teregister sebagai suspek morbili, namun sampai saat ini dari sejak bulan November sampai Februari ini, belum ada sampel yang diperiksa karena Dinas Kesehatan Provinsi belum ada Reagen dari Kemenkes, sehingga pasien suspek morbili statusnya pending,” cetusnya. Selasa 17 Februari 2026.
Ditanya soal apa tujuan pemeriksaan sampel pada penderita Morbili, dr. Amrullah mengaku jika tujuannya untuk
memastikan apa itu kasus Campak atau bukan.
Sementara untuk langkah pencegahan sendiri, ia membeberkan bahwa pihaknya telah melakukan upaya-upaya agar kasus Morbili ini tidak terus bertambah.
“Sudah dilakukan upaya KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) terkait Morbili di Masyarakat, dan maksimalkan Vaksinasi Campak bagi anak,” bebernya.
Berhubung Morbili tersebut bisa menular, dr. Amrullah mengajak kepada para orang tua agar senantiasa menjaga daya tahan tubuh anaknya.
Sementara itu, Perawat UGD RSUD Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba mengakui jika setiap hari menerima pasien Morbili, baik itu pasien rujukan puskesmas, klinik bahkan dibawa langsung dari rumah oleh keluarga.
“Setiap hari ada pasien Morbili, tadi pagi saja sudah ada 6 pasien kasus Morbili,” ucap Eka, salah satu perawat kepada Harian Fajar. (fad)





