Penulis: Fityan
TVRINews - Tampa, Florida
Penjaga gawang NYCFC ini menargetkan posisi utama di skuad Mauricio Pochettino menjelang Piala Dunia 2026.
Gelombang baru di bawah mistar gawang tim nasional Amerika Serikat (USMNT) mulai menunjukkan jati dirinya.
Matt Freese, penjaga gawang andalan New York City FC (NYCFC), secara terbuka menyatakan ambisinya untuk menjadi pilihan utama pelatih Mauricio Pochettino saat turnamen sepak bola terbesar jagat raya bergulir musim panas mendatang.
Lulusan Universitas Harvard berusia 27 tahun ini telah bertransformasi dari sekadar talenta potensial menjadi sosok krusial di lini pertahanan.
Sejak dipercaya melakoni debut internasionalnya pada Juni tahun lalu, Freese tercatat telah mengawal gawang The Stars and Stripes dalam 13 dari 14 pertandingan terakhir, mengungguli seniornya, Matt Turner.
Transformasi di Bawah Pochettino
Kepercayaan yang diberikan oleh Pochettino dan pelatih kiper Toni Jimenez menjadi katalisator utama bagi perkembangan karier Freese.
Ia mengakui bahwa bekerja di bawah arahan staf pelatih kelas dunia telah memberikan perspektif baru dalam permainannya.
"Mendapatkan kepercayaan dari [Mauricio Pochettino] selama setahun terakhir merupakan kesempatan yang luar biasa bagi saya," ujar Freese dalam sebuah sesi di kamp pelatihan pramusim di California, seperti dikutip dari laporan FIFA.
Ia menambahkan bahwa dukungan tersebut menjadi motivasi besar baginya untuk terus memberikan performa terbaik sebagai bentuk apresiasi atas kepercayaan tim pelatih.
Keunggulan Multitalenta Atlet Amerika
Salah satu poin menarik yang disoroti Freese adalah sejarah panjang Amerika Serikat dalam melahirkan kiper-kiper tangguh, mulai dari era Brad Friedel hingga Tim Howard.
Menurutnya, budaya olahraga yang beragam di AS memainkan peran penting dalam membentuk refleks dan kemampuan pengambilan keputusan seorang penjaga gawang.
"Sebagai kiper, Anda sangat bergantung pada atletis umum, koordinasi mata dan tangan, serta kemampuan mental di bawah tekanan.
Pengalaman bermain di berbagai cabang olahraga saat muda memberikan fondasi yang kuat ketika akhirnya beralih sepenuhnya ke sepak bola," jelasnya seperti dikutip FIFA.
Target Tinggi di Level Klub dan Negara
Tahun 2026 diprediksi akan menjadi tahun tersibuk sekaligus paling menentukan bagi Freese.
Selain mengincar trofi MLS bersama NYCFC setelah konsisten membawa klub tersebut melaju hingga final Wilayah Timur ia juga memancang target yang sangat tinggi di panggung dunia.
Freese tidak hanya ingin sekadar masuk dalam skuad; ia ingin berdiri sebagai benteng terakhir di stadion yang menjadi rumah bagi klubnya, yakni New York New Jersey, saat laga puncak nanti.
"Target saya adalah menjadi starter bagi Amerika Serikat dan membantu tim memenangkan Piala Dunia.
Saya fokus memberikan posisi terbaik bagi klub maupun tim nasional," pungkasnya.
Dengan performa yang tengah menanjak dan catatan lima pertandingan tanpa kekalahan sejak September lalu, Freese kini berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan mimpinya menjadi pahlawan baru publik sepak bola Amerika Serikat.
Editor: Redaksi TVRINews





