Siaga Erupsi Gunung Semeru Skala Besar, BPBD Lumajang: Penurunan Status Tidak Serta Merta Aman

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Puji Anugerah Leksono

TVRINews, Lumajang

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang mengimbau warga yang tinggal di sekitar lereng Gunung Semeru agar tetap siaga terhadap potensi erupsi skala besar. Imbauan ini menyusul terjadinya awan panas guguran yang teramati berulang kali dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, menjelaskan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Semeru menunjukkan peningkatan yang cukup intens. Hal ini ditandai dengan munculnya kolom abu serta muntahan awan panas yang mengarah ke sisi tenggara.

"Tercatat sejak Jumat 13 Februari 2026 lalu Gunung Semeru mengalami erupsi hingga dua kali. Aktivitas vulkanik ini ditandai dengan munculnya kolom abu setinggi seribu meter pada pukul 10.54 WIB. Tak berselang lama juga memuntahkan awan panas guguran sejauh 3000 meter ke sisi Tenggara Gunung," jelas Isnugroho.

Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Lumajang telah menyiagakan sejumlah petugas di Pos Pantau Curah Kobokan, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro. Petugas terus memberikan imbauan kepada warga, khususnya para penambang pasir, agar senantiasa waspada terhadap ancaman erupsi skala besar.

Isnugroho menegaskan bahwa meski terjadi penurunan status, hal itu bukan berarti Semeru sepenuhnya aman. Potensi awan panas guguran dan banjir lahar dingin masih menjadi ancaman utama, terutama saat memasuki puncak musim hujan karena material erupsi yang menumpuk di aliran sungai dapat terbawa arus sewaktu-waktu.

Badan Geologi bersama Pemerintah Kabupaten Lumajang meminta masyarakat untuk tetap mematuhi rekomendasi zona bahaya. Warga dilarang melakukan aktivitas di area tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak gunung.

"Warga untuk tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan yang berpotensi terdampak hingga 17 kilometer. Menjauhi radius 5 kilometer dari Kawah Jonggring Seloko karena risiko lontaran batu pijar," tambah Isnugroho.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan seluruh elemen kesiapsiagaan mulai dari BPBD, TNI, Polri, hingga relawan tetap aktif memantau situasi di lapangan. Selain memperkuat jalur evakuasi, petugas juga memastikan sistem peringatan dini atau early warning system berfungsi dengan optimal.

Melalui upaya mitigasi yang terus dilakukan, masyarakat diharapkan memiliki kesadaran dan literasi kebencanaan yang lebih baik. Kerja sama yang solid antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan di wilayah rawan bencana tersebut.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
5 Perusahaan Besar Susu Bayi Diinvestigasi Jaksa Paris
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Diskotek di Jakarta wajib tutup hingga hari kedua setelah Lebaran
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Profil Ronald Koeman Jr: Kiper Belanda dan Anak Pelatih Tim Nasional yang Kabarnya Diminati Persib Bandung
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Trump Disebut Dukung Serangan Israel ke Program Rudal Iran Jika Negosiasi Gagal
• 22 jam lalupantau.com
thumb
BRI Region 6/Jakarta 1 Gelar Workshop Customer Experience 2026, Perkuat Peran Frontliner
• 17 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.