Muhammadiyah Perkuat Aksi Peduli Lingkungan di Momentum Ramadan 1447 H

rctiplus.com
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, iNews.id -  Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah kembali menegaskan komitmennya terhadap gerakan ekologi berbasis nilai Islam melalui agenda tahunan Green Ramadan 1447 H. Tahun ini, program disusun lebih menyeluruh dan terstruktur dengan memadukan penguatan teologis, penyusunan desain implementatif, hingga peluncuran inisiatif strategis yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Rangkaian kegiatan dibuka dengan Tadarus Green Ramadan dalam format webinar nasional. Webinar Green Hajj membahas transformasi penyelenggaraan ibadah haji yang lebih ramah lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah jamaah, efisiensi energi, hingga upaya menekan jejak karbon. 

Sementara itu, Webinar Hutan Wakaf mengulas optimalisasi wakaf produktif sebagai instrumen rehabilitasi lahan kritis dan pengembangan kawasan hutan berbasis pemberdayaan umat.

Tak hanya berhenti pada diskursus, MLH PP Muhammadiyah juga menggelar FGD Edu Forest. Forum ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan model kawasan hutan edukatif yang terintegrasi dengan pendidikan, riset, dan pemberdayaan masyarakat. 

Harapannya, lahir kerangka operasional Edu Forest yang aplikatif dan dapat direplikasi di berbagai daerah melalui jaringan persyarikatan.

Pada puncak agenda, sejumlah program unggulan resmi diluncurkan, meliputi Program Pengelolaan Sampah, Program Edu Forest, Program Muhammadiyah Green Movement, serta platform digital GreenMu.App. 

Program Pengelolaan Sampah difokuskan pada literasi dan edukasi yang bersifat actionable dengan pendekatan sistemik dari hulu ke hilir—mulai dari pemilahan di sumber, penguatan bank sampah, hingga integrasi teknologi untuk monitoring dan pelaporan.

Program Edu Forest dikembangkan sebagai laboratorium pembelajaran ekologis berbasis kawasan yang menopang transformasi pendidikan berkelanjutan. 

Adapun Muhammadiyah Green Movement diproyeksikan sebagai gerakan kolektif yang mengonsolidasikan aksi-aksi lingkungan di seluruh struktur organisasi, dari tingkat wilayah hingga ranting.

Aplikasi GreenMu.App hadir sebagai instrumen digital untuk mendukung kampanye, pencatatan aksi hijau, pengelolaan data, serta integrasi program secara nasional dalam satu ekosistem terhubung.

Pelaksanaan program ini dirancang melalui kolaborasi multipihak, melibatkan Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, BPKH, LAZISMU Pusat, Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup, Lestari Project, Plasticpay, hingga dukungan sektor swasta seperti PT XYZ. Sinergi juga diperkuat oleh jajaran pengurus MLH dari tingkat wilayah sampai ranting sebagai basis gerakan akar rumput.

Sekretaris Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, Djihadul Mubarok, menegaskan bahwa Green Ramadan merupakan manifestasi kesalehan ekologis yang harus diwujudkan secara struktural dan berkelanjutan. 

“Ramadan adalah momentum strategis untuk membangun kesadaran kolektif. Menjaga lingkungan bukan sekadar isu teknis, tetapi bagian dari tanggung jawab keimanan. Karena itu, gerakan ini kami desain berbasis kolaborasi, tata kelola modern, dan dukungan kebijakan,” ujarnya di Jakarta, Selasa (17/2/2026).

Menurut Djihad, dukungan kementerian, lembaga pendanaan lingkungan, filantropi, dan sektor swasta menjadi fondasi agar program tidak berhenti pada simbolisme. 

“Kami ingin memastikan setiap inisiatif memiliki dampak terukur, dapat direplikasi, dan berkelanjutan dalam jangka panjang,” katanya.

Ia menambahkan, Green Ramadan 1447 H dirancang sebagai gerakan yang terintegrasi antara gagasan, kebijakan, dan teknologi. “Webinar Green Hajj dan Hutan Wakaf memperkuat landasan teologis, FGD Edu Forest menyusun desain implementatif, dan launching program menjadi langkah operasionalnya. Semua terhubung dalam satu ekosistem gerakan,” ungkap Djihadul Mubarok.

Terkait transformasi digital, ia menekankan peran GreenMu.App sebagai alat penggerak perubahan. “Platform ini akan membantu memastikan setiap aksi tercatat, terukur, dan dapat dievaluasi. Dengan dukungan jejaring nasional Muhammadiyah serta kolaborator strategis, kami optimistis Green Ramadan menjadi titik tolak penguatan peradaban hijau yang inklusif dan berkeadilan,” tuturnya.

Melalui Green Ramadan 1447 H, MLH PP Muhammadiyah kembali menegaskan tekadnya menghadirkan Islam sebagai solusi atas krisis ekologis kontemporer, sekaligus memperkuat sinergi antara nilai keagamaan, kebijakan publik, dan inovasi teknologi demi masa depan yang berkelanjutan.

Original Article


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menag: Asia Tenggara Kompak, 1 Ramadan 1447 H Jatuh Hari Kamis 19 Februari 2026
• 13 jam laluokezone.com
thumb
LRT Sumsel fasilitasi penumpang buka puasa selama bulan Ramadhan
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Nyaman di City, Rodri Ingin Perpanjang Kontrak
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
Pemprov DKI Jakarta Ajak 60 Lansia Rayakan Imlek 2026 di Bundaran HI untuk Perkuat Kota Inklusif
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Gara-Gara Ini Banyak Orang China Tersebar di Berbagai Belahan Dunia
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.