DEMAK, KOMPASTV - Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, pemerintah provinsi di berbagai daerah terus berupaya menekan lonjakan harga bahan pokok seiring meningkatnya kebutuhan rumah tangga.
Satu di antaranya dengan menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilakukan secara serentak sejak Februari 2026.
Di Jawa Tengah (Jateng), Gubernur Jateng Ahmad Luthfi memastikan jadwal pelaksanaan GPM telah disusun secara terencana agar intervensi harga dapat dilakukan secara merata di seluruh wilayah yang dipimpinnya itu.
Baca Juga: Gerakan Pangan Murah, Solusi Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan
Pemprov Jateng berencana menggelar Gerakan Pangan Murah sebanyak 308 kali di seluruh wilayah Jawa Tengah hingga Maret 2026.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok penting, serta melindungi daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan konsumsi jelang Ramadan dan Idulfitri.
Bekerja sama dengan 11 pelaku usaha termasuk lembaga lain, Pemprov Jateng sukses melakukan GPM pertama di kawasan Pucang Gading, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jumat (13/2/2026) dengan disambut antusiasme warga.
Walaupun saat ini ketersediaan bahan pangan pokok di Jawa Tengah berada dalam kondisi surplus, Pemprv Jateng mencatat ada kenaikan harga pada beberapa komoditas sejak awal Februari 2026.
"Ada kenaikan (harga), tetapi belum signifikan, kecuali cabai yang hampir mendekati angka Rp80 ribu. JTAB (Jateng Agro Berdikari) sudah kita perintahkan untuk melakukan penetrasi harga di seluruh pasar," kata Luthfi dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng.
Oleh karena itu, GPM menjadi salah satu langkah strategis untuk mengendalikan harga bahan pokok agar tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat.
Penulis : Mareta Galuh Ayuningtyas Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- ramadan
- demak
- gubernur jawa tengah
- pemprov
- ahmad luthfi
- pangan





